Kemenag: 02 Juni 2026 Menjadi 16 Dzulhijjah 1447 H

Dani L. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
Kemenag: 02 Juni 2026 Menjadi 16 Dzulhijjah 1447 H

Gambar atau konten salah?

Setiap kali umat Islam ingin menyesuaikan jadwal ibadah atau menentukan hari penting keagamaan, sering muncul pertanyaan: “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Pertanyaan ini tidak hanya relevan bagi yang berencana berpuasa, menunaikan shalat, atau menyiapkan kurban. Mengetahui konversi tanggal antara kalender Masehi dan Hijriah menjadi kunci agar ibadah dapat dilaksanakan tepat waktu.

Kalender Hijriah adalah kalender lunar, di mana satu bulan terdiri dari 29 atau 30 hari berdasarkan gerhana bulan. Sementara kalender Masehi bersifat solar, dengan tahun 365 atau 366 hari. Karena perbedaan sistem ini, satu bulan Hijriah biasanya lebih pendek sekitar 10–12 hari dibandingkan bulan Masehi. Akibatnya, tanggal Hijriah tidak tetap pada satu tanggal Masehi, melainkan bergeser setiap tahun.

Untuk membantu umat, Kementerian Agama (Kemenag) RI menyusun konversi kalender 2026. Menurut data tersebut, 02 Juni 2026 bertepatan dengan 16 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Juni 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulhijjah 1447 H dan Muharram 1448 H.

Berikut rincian konversi tanggal Hijriah sepanjang bulan Juni 2026:

01 Juni 2026 – 15 Dzulhijjah 1447 H

02 Juni 2026 – 16 Dzulhijjah 1447 H

03 Juni 2026 – 17 Dzulhijjah 1447 H

04 Juni 2026 – 18 Dzulhijjah 1447 H

05 Juni 2026 – 19 Dzulhijjah 1447 H

06 Juni 2026 – 20 Dzulhijjah 1447 H

07 Juni 2026 – 21 Dzulhijjah 1447 H

08 Juni 2026 – 22 Dzulhijjah 1447 H

09 Juni 2026 – 23 Dzulhijjah 1447 H

10 Juni 2026 – 24 Dzulhijjah 1447 H

11 Juni 2026 – 25 Dzulhijjah 1447 H

12 Juni 2026 – 26 Dzulhijjah 1447 H

13 Juni 2026 – 27 Dzulhijjah 1447 H

14 Juni 2026 – 28 Dzulhijjah 1447 H

15 Juni 2026 – 29 Dzulhijjah 1447 H

16 Juni 2026 – 30 Dzulhijjah 1447 H

17 Juni 2026 – 01 Muharram 1448 H

18 Juni 2026 – 02 Muharram 1448 H

19 Juni 2026 – 03 Muharram 1448 H

20 Juni 2026 – 04 Muharram 1448 H

21 Juni 2026 – 05 Muharram 1448 H

22 Juni 2026 – 06 Muharram 1448 H

23 Juni 2026 – 07 Muharram 1448 H

24 Juni 2026 – 08 Muharram 1448 H

25 Juni 2026 – 09 Muharram 1448 H

26 Juni 2026 – 10 Muharram 1448 H

27 Juni 2026 – 11 Muharram 1448 H

28 Juni 2026 – 12 Muharram 1448 H

29 Juni 2026 – 13 Muharram 1448 H

30 Juni 2026 – 14 Muharram 1448 H

Bulan Dzulhijjah, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, memiliki makna khusus. Menurut tradisi, bulan ini menandai akhir perjalanan Nabi Ibrahim AS, serta menandai hari-hari penting bagi umat haji. Karena itu, banyak amalan sunnah yang dianjurkan selama Dzulhijjah.

Berikut enam amalan sunnah yang biasanya dilakukan pada Dzulhijjah:

  • Puasa Dzulhijjah
  • Puasa Arafah
  • Bertakbir
  • Sholat Id
  • Berkurban
  • Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Dzulhijjah merupakan puasa yang dianjurkan selama sembilan hari pertama bulan ini, yaitu tanggal 1–9 Dzulhijjah. Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud) Puasa ini dianggap sebagai amalan shalih yang mendatangkan pahala besar.

Puasa Arafah dilakukan pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini sangat dihargai karena dianggap hari pengampunan dosa. Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah. Sesungguhnya, Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, ‘Apa yang mereka inginkan?’” (HR. Muslim) Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan orang yang tidak haji untuk berpuasa di hari Arafah. Hadits dari Abu Qatadah juga menegaskan bahwa “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Bertakbir, atau memperbanyak ucapan “Allahu Akbar,” dianjurkan pada bulan Dzulhijjah, terutama menjelang Idul Adha dan pada hari-hari tasyrik. Imam Bukhari mencatat, “Ibnu Abbas berkata, ‘Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.’” (HR. Bukhari) Dalam konteks ini, bertakbir menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sholat Id, yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah, merupakan ibadah utama pada Hari Raya Idul Adha. Ibnu Abbas meriwayatkan, “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sholat Id ini menandai kesempurnaan ibadah haji bagi yang menunaikannya.

Berkurban, atau menyembelih hewan kurban, dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada hari tasyrik. Allah SWT berfirman, “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرُ” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Maka, dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” Menyembelih kurban merupakan amalan yang telah disyariatkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Ayyamul Bidh, atau puasa pada hari-hari cerah, adalah amalan rutin yang dianjurkan pada pertengahan bulan Hijriah, termasuk Dzulhijjah. Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15. Abu Daud meriwayatkan, “Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Abu Dawud) Amalan ini menambah kedekatan spiritual selama bulan suci.

Dengan mengetahui konversi tanggal, umat dapat menyesuaikan setiap amalan dengan tepat. Misalnya, pada 02 Juni 2026 yang jatuh pada 16 Dzulhijjah 1447 H, umat dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat Id, menyiapkan kurban, dan melanjutkan puasa Dzulhijjah.

Kesimpulannya, konversi kalender antara Masehi dan Hijriah sangat penting bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah sesuai waktu yang ditentukan. Mengetahui bahwa 02 Juni 2026 adalah 16 Dzulhijjah 1447 H membantu mereka merencanakan puasa, sholat, dan kurban dengan tepat. Dengan memahami perbedaan sistem kalender dan amalan yang dianjurkan, umat dapat menjalankan ibadahnya dengan lebih teratur dan penuh kesadaran.

Konversi KalenderDzulhijjahKemenagPuasa ArafahSholat IdKurbanHijriah

Komentar

Memuat komentar...