Kemenkes Hentikan Program Dokter Spesialis Usai Dugaan Perundungan
Gambar atau konten salah?
Kementerian Kesehatan memutuskan untuk menghentikan sementara program pendidikan dokter spesialis anestesiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado. Program ini berlangsung di RSUP Prof Dr RD Kandou. Keputusan ini diambil setelah ditemukan dugaan perundungan terhadap salah satu peserta, dr Adrian Rantung, yang ditemukan meninggal dunia. Diduga, tekanan berat akibat perundungan selama mengikuti program menjadi penyebabnya.
Azhar Jaya, Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes, menyatakan penghentian ini diperlukan agar investigasi bisa berjalan tuntas. "Sudah saya minta stop," katanya pada Senin, 06 Juli 2026. Keputusan resmi tertuang dalam surat dari Direktur Utama RSUP Kandou. Isinya jelas: kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi dihentikan sementara sampai penanganan dugaan perundungan selesai.
Penghentian ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya memberi ruang bagi investigasi internal yang dilakukan bersama antara RSUP Kandou dan Fakultas Kedokteran Unsrat. Dokumen keputusan menyebutkan, investigasi terpadu ini penting untuk mengusut tuntas apa yang terjadi. Biaya yang timbul dari proses ini akan dibebankan pada anggaran masing-masing institusi.
Langkah Kemenkes ini mengacu pada Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025. Aturan itu mengatur pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik di rumah sakit pendidikan. Kasus dugaan bullying di lingkungan PPDS memang jadi sorotan serius. Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi praktik perundungan di rumah sakit pendidikan. Tindakan tegas akan diambil jika ditemukan pelanggaran.
Kasus ini menyoroti tekanan yang dihadapi dokter muda selama pendidikan spesialis. Bukan rahasia lagi, lingkungan PPDS kerap diwarnai hierarki ketat dan beban kerja berat. Dugaan perundungan yang berujung pada kematian dr Adrian Rantung menjadi alarm keras. Kemenkes kini harus memastikan investigasi berjalan transparan dan memberikan efek jera. Rumah sakit pendidikan seharusnya menjadi tempat belajar yang aman, bukan sumber tekanan yang menghancurkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
