Kenaikan Yesus 14 Mei 2026: Tuhan Selalu Bersama

Eko P. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Kenaikan Yesus 14 Mei 2026: Tuhan Selalu Bersama

Gambar atau konten salah?

Hari Kenaikan Yesus Kristus pada 14 Mei 2026 menjadi momen penting bagi umat Kristiani untuk merenungkan kasih dan penyertaan Tuhan. Perayaan ini bukan sekadar mengenang Yesus yang naik ke surga, melainkan mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya berjalan sendirian.

Renungan hari ini, “Tak Pernah Sendiri!”, mengajak kita mempercayai bahwa di setiap situasi, Tuhan selalu hadir. Saat manusia merasa lemah dan kehilangan arah, kasih Tuhan tetap menjadi kekuatan yang menuntun dan menguatkan hati.

Bacaan I: Kis 1:1-11

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang?demikian kata-Nya?"telah kamu dengar dari pada-Ku.Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,6-7,8-9

Hai segala bangsa, bertepuk-tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur! Sebab Allah adalah Raja atas seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bacaan II: Ef 1:17-23

dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Bait Pengantar Injil

Pergilah dan ajarlah semua bangsa, sabda Tuhan; Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.

Bacaan Injil: Mat 28:16-20

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab, selama empat puluh hari Ia berulang-ulang (Kis. 1:3)

Hari ini, Hari Raya Kenaikan Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu bersama, bahkan ketika kita merasa sendirian. Dalam kisah Yesus, Tuhan berulang kali hadir untuk menegaskan penyertaan-Nya. Begitu pula dalam kehidupan kita, Tuhan hadir di setiap dinamika, meskipun kita takut melangkah.

Dalam refleksi pribadi, saya teringat teman yang baru saja pensiun. Ia bertanya, "Apakah uang pensiun cukup? Bagaimana beliau bisa tetap berbagi dan beraktivitas tanpa membebani anaknya. Bagaimana hidup tanpa pemasukan." Ia juga bertanya, "Mungkinkah aku mewartakan Kabar Baik kepada orang lain di mana aku tidak ada pemasukan?" Ketakutan akan tabungan yang menipis membuatnya menarik diri dari komunitas. Namun, setelah berbicara secara hati ke hati, kami melihat bagaimana Tuhan membimbingnya keluar dari berbagai masalah: pekerjaan, kesehatan anak, biaya pengobatan istri yang menderita kanker. Semua itu membuatnya bingung, bagaimana beliau mampu melalui dinamika hidup yang berat ini.

Seperti ayat kunci hari ini, Kis. 1:3b, Tuhan telah berulang kali hadir dalam berbagai dinamika hidup kita. Kita masih takut melangkah dan tidak berani menyampaikan kasih Allah kepada sesama. Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan, sudahkah kita menyadari bagaimana Allah berulang kali mendampingi hidup kita? Kita tidak pernah ditinggalkan sendirian! Beranikah kita membagikan kesaksian iman kita kepada orang lain, agar nama Tuhan dipermuliakan?

Doa Penutup

Tuhan Yesus Yang Maha Rahim, mampukan kami bersyukur atas kenaikan-Mu ke surga untuk menyediakan tempat bagi kami. Bukakan mata batin kami untuk mampu melihat bagaimana Engkau selalu hadir dalam tiap langkah hidup kami. Beri kami keberanian untuk berbagi kasih dan pengalaman bagaimana Engkau hadir dalam hidup kami kepada sesama, sehingga nama-Mu semakin dipermuliakan. Amin.

Berikut sumber: Buku Renungan Tiga Titik oleh Ruth Solaiman.

Renungan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia hadir di setiap langkah, memberi kuasa dan pengharapan. Dengan menyadari hal ini, kita dapat berani berbagi kasih dan kesaksian, sehingga nama Tuhan dipermuliakan di dunia ini dan di dunia yang akan datang.

Hari Kenaikan YesusTuhan hadirRoh KudusKerajaan AllahKesaksian imanBaptisanPengharapan

Komentar

Memuat komentar...