Keputusan Wasit Dewa Persib Dukung Gol Valid Kontroversi

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 161 dibaca
Bisik.id
Keputusan Wasit Dewa Persib Dukung Gol Valid Kontroversi

Gambar atau konten salah?

Dewa United dan Persib Bandung bertanding di Banten International Stadium (BIS), Banten pada 20 April 2026. Pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/26 berakhir dengan skor imbang 2‑2.

Gol Dewa datang dari Alex Martins dan Ricky Kambuaya, sementara gol Persib berasal dari Thom Haye dan Andrew Jung. Meskipun dua gol Dewa berhasil dicetak, keduanya mendapat sorotan karena tampak berasal dari situasi bola keluar dan handball.

Komite Wasit PSSI menilai kedua gol tersebut sah menurut Laws of the Game. Ketua Komite, Yoshimi Ogawa, dan Kepala Departemen Wasit, Pratap Singh, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan wasit lapangan.

Untuk gol pertama, bola dianggap keluar hanya bila terlihat jelas. Di Super League, tidak ada teknologi kamera garis gawang. Asisten wasit tidak menyalakan bendera keluar, dan posisi wasit sulit menentukan apakah bola sudah keluar. Yoshimi Ogawa menjelaskan:

“Dalam situasi ini, asisten wasit tidak memberikan sinyal bola keluar dengan mengangkat bendera. Dari posisi wasit, sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk mengetahui apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam permainan. Karena itu, wasit bertanya kepada asisten wasit,” kata Ogawa, saat menyampaikan materi Referee Workshop for Media di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, 23 April 2026.

Ogawa menambahkan bahwa asisten wasit berada sekitar 50‑55 meter dari bola, dan pandangannya terhalang dua tiang gawang serta kaki pemain Dewa. Ia menegaskan prinsip: “Jika tidak yakin, maka permainan harus dilanjutkan.”

Gol kedua menimbulkan pertanyaan tentang handball. Bola mengenai Alex Martins, namun terjadi defleksi dari kaki sebelum menyentuh tangan. Pratap Singh menjelaskan:

“Ini merupakan situasi defleksi karena bola berubah arah secara tidak terduga setelah mengenai pemain. Wasit membiarkan permainan tetap berlanjut karena bola terdefleksi ke arah yang tidak terduga,” tutur Pratap.

Pratap menekankan bahwa dalam Pasal 12 pelanggaran dan kelakuan buruk LOTG terdapat penjelasan tentang sentuhan tangan yang tidak disengaja, misalnya bola mengenai tangan karena posisi natural atau karena defleksi. Situasi seperti itu tidak selalu dianggap pelanggaran.

Komite Wasit menegaskan bahwa keputusan wasit sudah sesuai Laws of the Game. Mereka menilai bahwa tidak ada pelanggaran pada kedua gol, karena tidak ada indikasi sengaja memantulkan bola dengan tangan dan defleksi membuat sentuhan tidak terduga.

Keputusan ini menegaskan pentingnya penilaian wasit berdasarkan pandangan langsung dan ketentuan teknis. Juga menyoroti bahwa handball tidak otomatis dilarang jika terjadi defleksi, sehingga pemain tidak perlu khawatir tentang sentuhan tidak disengaja. Dengan demikian, keputusan wasit dan dukungan Komite Wasit menambah kejelasan tentang aturan permainan di Super League.

Dewa UnitedPersib BandungBanten International StadiumSuper League 2025/26Komite Wasit PSSIhandballLaws of the GameYoshimi Ogawa

Komentar

Memuat komentar...