Koeman Kritik Ryan Gravenberch Pertandingan 2-1 vs Norwegia
Gambar atau konten salah?
Ronald Koeman mengungkapkan ketidakpuasannya setelah kemenangan Belanda atas Norwegia 2-1 di Johan Cruyff Arena pada 28 Maret 2026. Meskipun Tim Oranye berhasil membalikkan keunggulan awal, Koeman menilai performa pemainnya masih kurang.
Ryan Gravenberch, yang dimulai sebagai gelandang bertahan, hanya bermain 82 menit sebelum digantikan Jerdy Schouten. Menurut statistik, Gravenberch mencatat dua tembakan, dua dribel berhasil, satu intersep, dan lima duel menang. Namun, Koeman menilai gerakannya terlalu lambat.
“Ryan tidak melakukan apa pun di sana! Dia perlu lebih cepat menjangkau Denzel [Dumfries]. Dia terlalu maju di sana. Momen-momen seperti itu di area penalti perlu diperbaiki. Seorang bek sayap membutuhkan bantuan dari dalam; kami tidak melakukannya dengan baik,” ujar Koeman.
Gol pertama Norwegia datang dari Andreas Schjelderup, membuat Belanda tertinggal. Setelah itu, Virgil van Dijk dan Tijjani Reijnders menandai gol kemenangan. Meskipun kemenangan itu, Koeman menekankan pentingnya kecepatan dan dukungan di sisi kiri.
Koeman menegaskan bahwa setiap pemain harus membantu satu sama lain, terutama di area penalti. Ia berharap Gravenberch dapat memperbaiki kebiasaan gerakannya di pertandingan berikutnya.
Performa Gravenberch, meski statistiknya tidak buruk, tetap menjadi fokus kritik Koeman. Tim Oranye kini harus menyesuaikan strategi agar tidak mengulang kesalahan yang sama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
