Kolam Retensi Gedebage Kering, Warga Minta Dikeruk
Gambar atau konten salah?
Kondisi kolam retensi di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung, kini memprihatinkan. Airnya menyusut drastis dan dasar kolam mulai terlihat ke permukaan. Saat musim kemarau seperti sekarang, air tidak lagi mengalir deras. Yang tersisa hanyalah genangan dangkal dan aroma tidak sedap yang mulai tercium.
Kolam seluas 7.000 meter persegi ini sebenarnya punya peran penting. Fungsinya menampung debit air hujan dan mencegah banjir di sekitar Pasar Gedebage dan Jalan Soekarno-Hatta. Tapi sekarang, volume airnya terus berkurang. Sinar matahari menyengat tanpa ampun. Dasar kolam berubah menjadi tanah kering yang retak-retak. Di tepiannya, lumut dan rumput liar tumbuh subur.
Kolam ini memiliki kedalaman 4 meter dengan daya tampung hingga 5.425 meter kubik. Namun kini kondisinya kering kerontang. Ketinggian air yang tersisa bahkan tidak sampai sebetis orang dewasa. Warga sekitar mulai khawatir. Mereka berharap Pemerintah Kota Bandung segera turun tangan.
Dewi, seorang warga, menyampaikan keluhannya pada Senin, 06 Juli 2026. "Lumpurnya tebal, harus dikeruk, supaya pas musim hujan kolamnya dalam lagi," katanya. Menurut Dewi, kolam retensi ini sangat membantu saat musim hujan. Genangan banjir bisa berkurang berkat kolam tersebut. "Ya berguna sekali, soalnya kalau nggak ada kolam retensi ini, banjirnya bisa parah banget. Setidaknya kalau musim hujan air bisa tertahan dulu, meskipun kalau banjir besar kolam ini seperti tidak berfungsi dengan baik," tuturnya.
Harapan serupa juga diungkapkan Iman. Ia menekankan pentingnya pengerukan sedimentasi tanah. Tujuannya agar kapasitas tampung kolam kembali maksimal. "Biar kapasitas kolam retensi ini kembali normal seperti pas awal dibuat. Biar dalam lagi kolamnya dan kapasitasnya normal. Kalau ini kan kelihatan tebal lumpurnya dan tidak rata," ujarnya.
Kolam retensi di Pasar Gedebage memang menjadi andalan warga untuk mengendalikan banjir. Namun tanpa perawatan rutin seperti pengerukan lumpur, fungsinya bisa berkurang drastis. Kondisi saat ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur pengendali banjir perlu perhatian berkelanjutan, terutama menjelang musim hujan yang akan datang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kolam Retensi Gedebage Kering, Warga Minta Dikeruk
Camat Boyolali Dilaporkan Kirim Video Porno ke Mantan Karyawati
Duel Sengit Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia
Kemenkes Hentikan Program Dokter Spesialis Usai Dugaan Perundungan
4 Sikap Food Influencer yang Paling Dikeluhkan
Macan Kumbang Lolos dari Jerat Babi di Sukabumi
Generasi X Paling Jago Ganti Ban, Gen Z Paling Diragukan
Brasil Tersingkir, Neymar Pensiun Usai Kalah dari Norwegia