Konate Lenyap, Liverpool Siap Terima Pengunduran Pada Awal Juni
Gambar atau konten salah?
Ibrahima Konate, 27 tahun, tidak lagi berada di puncak performanya musim lalu. Fokusnya di lapangan terganggu oleh duka yang terus mengalir, karena kematian rekan setim dan ayahnya.
Selama musim 2025/2026, peran Konate di lini belakang Liverpool menjadi sorotan. Kesalahan individualnya meningkat, mulai dari penempatan posisi, pengambilan keputusan, hingga hilangnya konsentrasi. Penurunan ini terasa kuat bila dibandingkan musim sebelumnya, ketika ia solid bersama Virgil van Dijk di pusat pertahanan.
Konate akan resmi meninggalkan klub pada akhir Juni 2026. Ia mengakui adanya masalah luar lapangan yang mengganggu konsentrasinya, salah satunya kematian Diogo Jota pada musim panas tahun lalu.
"Bahkan masih sulit mempercayainya sekarang. Lokernya masih di sana di ruang ganti dan setiap hari saat saya pergi latihan, dia berjalan bareng kami," kata Konate.
"Saya ingat ketika saya mengetahui kabar itu, saya di Los Angeles dan tak bisa mempercayainya. Saya hancur saat itu. Saya tak tertarik hal lainnya. Dia orang terakhir yang akan dipilih siapapun untuk mengalaminya."
"Dia itu cuma ingin bahagia dan menikmati waktu bersama rekan-rekan dan keluarganya. Dia tidak tertarik dengan popularitas. Dia juga tetangga saya, jadi saya berbagi beberapa momen lebih banyak. Itu kejadian yang sangat luar biasa, yang menimpa kami."
"Kami kembali ke sepakbola hanya karena tidak punya pilihan. Kami ini karyawan di sebuah klub yang membayar kami setiap bulan, jadi kami punya tugas-tugas."
Konate juga kehilangan sang ayah, Hamady, pada Januari 2026. Duka menumpuk, dan ia tidak sempat menyalurkannya.
"Di awal musim, ayah saya dirawat di rumah sakit selama beberapa pekan. Dan sejujurnya, di situasi saya saat itu, saya tak tahu harus bagaimana. Saya tak tahu apakah harus pulang dan berhenti bermain, karena tim juga butuh saya," sambungnya.
"Saya tak tahu harus berbicara dengan siapa, jadi saya menyimpannya sendirian. Dan inilah saran yang akan saya berikan ke semua orang: kalau merasa terpuruk dan sesuatu terjadi, bicaralah dengan orang-orang di sekitarmu. Itu bisa membantu dan bermanfaat buat kalian. Sementara saya tak membicarakannya dan menyimpannya sendiri."
Konate menunjukkan bagaimana tekanan emosional dapat memengaruhi performa di lapangan. Keputusan untuk meninggalkan Liverpool pada akhir Juni 2026 mencerminkan kebutuhan akan waktu bagi dirinya untuk memproses kehilangan dan memulihkan fokus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
