Kong Yanshuang Bergabung Xiaomi Auto, Tumbuh Penjualan SU7
Gambar atau konten salah?
Kong Yanshuang yang dulunya menjabat di Tesla China kini bergabung dengan Xiaomi Auto pada awal Maret. Ia akan menggantikan Li Xiaorui, direktur Xiaomi Auto, setelah perusahaan meluncurkan sedan listrik barunya, SU7. Kabar ini pertama kali diungkap oleh Jiemian News dalam laporan eksklusifnya.
Di Tesla China, Kong dikenal sebagai salah satu eksekutif kunci. Ia pernah menjadi General Manager wilayah China Selatan, lalu naik menjadi Regional General Manager untuk seluruh China. Dalam perannya, Kong membantu membangun jaringan Tesla dan menyiapkan strategi penguatan merek di wilayah tersebut.
Selain itu, Kong memimpin ekspansi outlet layanan di kota-kota besar seperti Guangzhou dan Shenzhen, serta menjangkau pasar di kota-kota tier bawah. Pada periode 2022–2023, ia sering muncul di media membahas performa Tesla China, strategi bisnis, serta perkembangan Gigafactory Shanghai dan peluncuran model baru.
Di Mei 2024, saat Tesla melakukan restrukturisasi manajemen, Kong dipindahkan untuk memimpin penjualan wilayah Shanghai. Ia tetap terlibat dalam pengembangan sistem penjualan Tesla di China. Keputusan Xiaomi untuk merekrut Kong tidak tanpa alasan. Seorang karyawan Xiaomi Auto menyebut sistem ritel perusahaan sejak awal memang banyak mengadopsi model Tesla. Bahkan, sejumlah manajer regional dan provinsi di Xiaomi Auto berasal dari latar belakang Tesla.
Rekrutmen eksekutif berpengalaman dari Tesla diyakini akan menyempurnakan sistem penjualan Xiaomi, sekaligus mendorong performa penjualan secara keseluruhan. Dealer Xiaomi mengungkap bahwa dalam dua tahun terakhir, Xiaomi Auto lebih fokus pada pengembangan produk dan brand. Hal ini membuat pengelolaan penjualan terasa kurang optimal, bahkan menyebabkan tingkat turnover yang tinggi meski menawarkan gaji besar.
Namun sejak akhir tahun lalu, ketika sejumlah eks personel Tesla mulai bergabung, terjadi perubahan signifikan. Pendekatan berbasis proses, data, serta manajemen yang lebih sistematis mulai diterapkan, sehingga kemampuan tim penjualan di lapangan meningkat. Dealer tersebut menilai langkah memperkuat tim sales menjadi krusial, terutama setelah pesanan Xiaomi SU7 mulai beralih dari fase ‘meledak’ ke periode lebih stabil. Sistem pengembangan talenta ala Tesla dianggap sangat cocok dengan kebutuhan Xiaomi saat ini.
Sebagai informasi, Xiaomi SU7 generasi terbaru mencatatkan lebih dari 15 ribu pesanan hanya dalam 34 menit sejak peluncuran. Hingga 23 Maret 2024, total pesanan terkunci telah melampaui 30 ribuan unit, menandakan minat pasar masih sangat tinggi.
Perpindahan Kong ke Xiaomi menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat jaringan penjualan. Dengan pengalaman luas di Tesla, ia membawa pendekatan berbasis data dan proses yang dapat meningkatkan efisiensi tim penjualan Xiaomi. Kinerja SU7 yang kuat menunjukkan bahwa strategi ini mulai memberikan hasil nyata di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
