Kopdes Bandung Barat Dibangun di Lokasi Tak Biasa

Ani R. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kopdes Bandung Barat Dibangun di Lokasi Tak Biasa

Gambar atau konten salah?

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan PT Agrinas tengah membangun sekitar 80 ribu unit Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini mencakup wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bangunan-bangunan ini dikenal juga dengan sebutan Koperasi Desa (Kopdes).

Belakangan, lokasi pembangunan Kopdes di Bandung Barat menjadi perbincangan. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah Kopdes di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat. Bangunan itu berdiri di kawasan objek wisata Stone Garden dan Indiana Camp, yang merupakan bagian dari kawasan Karst Citatah.

Lokasinya cukup unik. Bangunan itu agak menjorok ke dalam dan tidak mudah diakses. Jalannya berbatu. Jaraknya sekitar 500 meter dari jalan raya dan 100 meter dari permukiman terdekat. Sempat viral karena disebut-sebut berada di tengah gunung.

Ternyata, Kopdes lain di Bandung Barat juga tidak semuanya berada di lokasi yang mudah dijangkau. Misalnya Kopdes di Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat. Kabarnya bangunan itu didirikan di dekat perkebunan karet. Lalu ada Kopdes Desa Cipatat yang dibangun tidak jauh dari area galian pasir.

Camat Cipatat, Herman Permadi, memberikan penjelasan pada Senin, 07 Juli 2026. "Kalau Cipatat berada di tepi jalan, meskipun dekat area galian pasir. Lalu yang Cirawamekar berada di dekat perkebunan karet, Desa Nyalindung juga lokasinya berada di dalam. Memang masing-masing punya lokasi sendiri, sesuai ketersediaan lahannya," kata Herman.

Ia menjelaskan bahwa bangunan kopdes harus berdiri di atas lahan kas desa atau tanah carik. Ketentuan inilah yang membuat lokasi bangunan tidak semuanya berada di pinggir jalan. Ketersediaan lahan seluas 1.000 meter persegi menjadi syarat utama. Mendapatkan lahan seluas itu ternyata cukup sulit.

"Kami mencari lokasi yang memenuhi syarat, minimal luasnya 1.000 meter persegi, lalu melaporkannya. Setelah itu yang menilai kelayakan lokasi adalah PT. Agrinas, dan itu harus tanah kas desa," kata Herman.

Di Kecamatan Cipatat, rencananya akan dibangun 12 kopdes. Namun kenyataannya, baru lima desa yang memiliki tanah carik untuk bangunan kopdes. Desa-desa lainnya masih kebingungan mencari tanah kas desa.

"Kami memiliki 12 desa, rencananya setiap desa ada satu kopdes jadi total 12. Namun yang lahannya sudah tersedia baru Gunung Masigit, Kertajaya, Cipatat, Cirawamekar, dan Nyalindung, jadi baru lima desa. Yang lain masih terkendala karena tidak memiliki tanah kas desa. Misalnya Rajamandala sudah tidak punya tanah kas desa, begitu juga Mandalamukti. Jadi kami masih kebingungan mencari lahannya," kata Herman.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, angkat bicara soal viralnya lokasi Koperasi Merah Putih di desanya. Menurutnya, apa yang ramai di media sosial tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Namun ia membenarkan bahwa bangunan itu berdiri di atas tanah carik desa.

"Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden. Dan juga pembangunan itu tidak mengganggu lapang parkir karena memang diatur lah jangan sampai posisinya ada di tengah-tengah," kata Tarkopa.

Penentuan titik pembangunan KMP Gunungmasigit di kawasan Stone Garden melalui beberapa tahap. Awalnya, desa memberikan rekomendasi beberapa titik ke PT Agrinas Pangan Nusantara. Perusahaan ini menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.

"Saya tunjukkan ada beberapa titik carik desa. Di antaranya Stone Garden, yaitu di RW 9 Girimulya, kedua carik desa di RW 16 di Liung Gunung, yang ketiga di Cigintung di RW 21, yang keempat di RW 19 di RW Cihalimun, dan yang kelima itu ada di Cicalada," kata Tarkopa.

Program Koperasi Merah Putih ini memang menghadapi tantangan di lapangan. Ketersediaan tanah kas desa yang memenuhi syarat luas minimal menjadi kendala utama. Akibatnya, tidak semua desa di Kecamatan Cipatat bisa langsung memiliki kopdes. Dari 12 desa yang direncanakan, baru lima yang lahannya sudah siap. Sisanya masih harus mencari solusi agar program ini bisa berjalan merata.

Koperasi Merah PutihKopdestanah kas desaBandung BaratCipatatStone Gardenkendala lahan

Komentar

Memuat komentar...