Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia Resmi di Bali
Gambar atau konten salah?
Ferry Juliantono, Menteri Koperasi, menandatangani serah terima Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia di Sanur, Denpasar, Bali. Koperasi ini dipimpin oleh Rieke Diah Pitaloka dan bergerak di bidang tekstil serta industri kain.
Di hadapan para pengusaha busana, Ferry menekankan pentingnya pergeseran ke sektor hulu. “Tantangannya ya lawan banjir impor kain dan baju bekas. Makanya kita harus kuat dari produksi sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ini momentum buat kita percaya diri sama ketekunan sendiri. Koperasi harus kembali jadi soko guru ekonomi nasional.”
Ferry mengaitkan pembentukan koperasi dengan semangat Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi harus menjadi ujung tombak ekonomi Pancasila. “Presiden Prabowo juga tegas bilang mau kembalikan ekonomi kita ke ekonomi Pancasila sesuai UUD 1945 Pasal 33. Koperasi jadi ujung tombaknya,” kata Ferry.
Ia juga mengangkat rencana pemerintah tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pemerintah menargetkan 30 ribu KDMP terbentuk hingga Juli 2026. Saat ini, sudah ada 11 ribu gudang dan gerai fisik KDMP yang selesai.
Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, menjelaskan fokus koperasi pada penguatan UMKM sandang dan pangan. “Kami mulai dari sandang dulu bareng UMKM tekstil dan pengusaha muda. Tujuannya kolaborasi, produksi sampai distribusi biar lebih kuat,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa UMKM sandang dan pangan sudah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia sejak krisis 1998 hingga sekarang.
Koperasi ini menjadi yang pertama diresmikan di Bali. Rencana selanjutnya adalah membuka koperasi serupa di provinsi-provinsi lain. “Koperasi ini fokus ke produksi dan industri tekstil. Jaringan koperasi ini sudah ada di Jawa dan luar Jawa. Tinggal dirapikan dalam satu wadah,” pungkas Rieke.
Acara berlangsung pada 05 Juni 2026 di Sanur, Denpasar. Menteri Koperasi menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi nasional untuk memperkuat ekonomi lokal melalui koperasi. Dengan dukungan pemerintah, koperasi diharapkan dapat menanggulangi ketergantungan pada impor kain dan pakaian bekas, serta menumbuhkan produksi dalam negeri.
Peran koperasi di Indonesia kini kembali menjadi fokus utama. Melalui kolaborasi antara UMKM, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan tercipta rantai pasok tekstil yang lebih kuat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Zelensky Kirim Surat Terbuka ke Putin, Trump Mendukung Pertemuan
Liburan Sekolah Denpasar: 6 Film Keluarga di Bioskop Juni 2026
Zodiak Hari Ini: Panduan Keuangan Setiap Tanda 06 Juni
Cuaca Cerah di Bali 6 Juni, Suhu 19‑32°C, Kelembaban Tinggi
6 Juni 2026: Petunjuk Kegiatan Bali Hari Saniscara Wage
Jadwal Shalat Denpasar 6 Juni 2026: Waktu Subuh 05:08
Berita Terbaru
Cakra Berhasil Diselamatkan Dari Jurang 375m Semeru
Perbandingan Telur Omega‑3 Biasa: Omega‑3 5 Kali Lebih
Tumis Bakso: Resep Mudah, Sayuran Segar, Variasi Lezat
MotoGP 2026 di Hungaria: Acosta Unggul, Bagnaia Sulit
Hi‑VITS Deteksi Kebakaran Listrik, Juara Nasional Indonesia
SMA Sumedang Raih Medali Perunggu di IYS Malaysia Internasional
