Kristina Kriswindiani Lulus Cumlaude dari UIN Jakarta
Gambar atau konten salah?
Kristina Kriswindiani Zai adalah seorang mahasiswa non-Muslim yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada Mei 2026 ia lulus dengan predikat cumlaude, menandai pencapaian akademik yang menonjol di kampus berbasis Islam.
Ketika memulai kuliah, Kristina memilih program studi Fisika di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia mengakui perasaan campur aduk saat diterima: “Sempat senang karena keterima, tapi juga ragu. Aku bisa masuk nggak ya? Bisa nyaman nggak ya di sini?” kutipnya, mencerminkan ketidakpastian awalnya.
Keputusannya dipicu oleh pencarian program Fisika di perguruan tinggi negeri di Jakarta. “Aku cari perguruan tinggi negeri di Jakarta yang punya Prodi Fisika, dan ternyata ada di UIN Jakarta. Sekalian juga penasaran, apakah non-muslim bisa kuliah di UIN Jakarta,” ujarnya. Ia tertarik mencoba pengalaman baru di lingkungan kampus Islam.
Di awal masa kuliah, Kristina mengalami kebingungan tentang pakaian dan prosedur lainnya. “Awalnya bingung soal prosedur berpakaian dan penyesuaian lainnya. Tapi teman-teman di kampus dan di prodi sangat baik dan suportif,” jelasnya. Dukungan teman-teman membantu ia menyesuaikan diri dengan budaya kampus.
Pengalaman tersebut memperluas wawasan Kristina tentang budaya dan tradisi keislaman. “Seru banget karena jadi tahu lebih banyak tentang budaya dan tradisi keislaman. Jadi nambah wawasan juga,” tambahnya. Ia menemukan bahwa perbedaan latar belakang menjadi sumber pembelajaran, bukan hambatan.
Setelah menempuh tiga tahun penuh, Kristina menorehkan IPK 3,62. Ia menyelesaikan skripsi berjudul “Rancang Bangun Sistem Deteksi Tingkat Kematangan Buah Tomat Berbasis Sensor TCS3200 Dengan Indikator Audio”. Pencapaian ini menegaskan komitmen dan ketekunan akademiknya.
Keberhasilan Kristina menjadi contoh nyata bahwa latar belakang agama tidak menghalangi pencapaian akademik di perguruan tinggi Islam. Ia menunjukkan bahwa dengan dukungan teman, ketelitian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa non-Muslim dapat meraih prestasi tinggi di lingkungan yang berfokus pada nilai-nilai Islam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
