Lansia Penjual Siomay Menuntut Tebusan Dompet & Uang

Dani L. · 3 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Lansia Penjual Siomay Menuntut Tebusan Dompet & Uang

Gambar atau konten salah?

Di Sragen, sebuah video yang menampilkan sepasang lansia penjual siomay meminta uang kepada pemilik dompet yang mereka temukan, menjadi viral di media sosial. Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @icws_infocegatanwilayahsragen pada 09 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, penulis menuliskan bahwa dompet tersebut milik warga bernama Ahmad Baharu.

Menurut video, lansia bernama Samini dan suaminya menuntut sejumlah uang untuk mengembalikan dompet. “Dompet jatuh di parkiran Alfamart, ketika dicek CCTV ternyata ditemukan oleh mbah-mbah penjual siomai ini. Di dompet ada surat-surat penting & uang sejumlah 400 ribu. Ketika dompet mau diambil pemilik, mbah ini minta tebusan 1 juta baru dompetnya akan dikembalikan. Padahal uang di dompet sudah diikhlaskan diambil semua tidak apa-apa, tapi mbahnya ngotot minta tambahan uang. Karena pemilik dompet tidak punya uang selain yang ada di dompet, akhirnya dompet itu tetap dibawa sama mbahnya. Kejadian di Sumberlawang, Sragen,” kata akun tersebut.

Kejadian itu memang terjadi pada 07 Juni 2026, seperti yang dikonfirmasi oleh Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji. Ia menjelaskan bahwa “Kejadian bermula saat pemilik dompet bernama Ahmad Baharu sedang menunggu istrinya berbelanja di depan Indomaret Mojopuro, Sumberlawang. Setelah selesai, korban pergi ke Pasar Sumberlawang untuk kembali berbelanja.” Setelah menyadari dompetnya hilang, Ahmad kembali ke Indomaret dan meminta pihak toko membuka rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, dompet terlihat diamankan oleh sepasang Mbah-mbah penjual siomay.

Selanjutnya, korban bersama kerabatnya mencari penjual siomay dan menemukannya di wilayah Hadiluwih, Sumberlawang. Saat diminta mengembalikan, sepasang lansia tersebut menyerahkan dompet yang dibungkus plastik, namun isinya sudah tidak lengkap. “Terus di situ, itu memang gandeng (karena) dia punya dasar di rekaman CCTV, dia meminta. Diminta surat-suratnya. Nah, di dalam dompet itu kan isinya ada STNK, KTP, uang, sama surat-surat yang lain,” ungkap Sudarmaji.

Sementara itu, Sudarmaji membenarkan narasi viral yang menyebutkan sang lansia sempat meminta uang imbalan. Ia menjelaskan bahwa uang Rp 400 ribu yang ada di bagian luar dompet akhirnya diberikan kepada sang nenek penjual siomay karena ia terus meminta uang. “Memang benar meminta uang, karena uang Rp 400 ribu itu ada di dalam dompet yang posisinya di luar (mudah terlihat), akhirnya diberikan ke Mbahnya. Sempat minta tambah, tapi tidak diberi karena memang uangnya tinggal itu,” jelas Sudarmaji.

Menurut Sudarmaji, sisa isi dompet seperti STNK dan uang tunai lainnya yang ditaksir totalnya mencapai Rp 1,3 juta diakui sang lansia telah jatuh di jalan saat mereka berkendara menggunakan sepeda onthel. Barang yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan hanya berupa KTP, BPJS, dan beberapa kartu identitas lainnya. “Jatuhnya di mana enggak tahu. Keterangan yang Mbah laki juga sama, yang perempuan juga sama. Akhirnya juga tak sampaikan kepada pemilik dompet. STNK jatuh di dalam kantong-kantong itu kan juga ada uang. Kantong-kantong itu ada uang. Kalau enggak salah tadi keterangan dari pihak pemilik dompet itu Rp 1,3 juta atau berapa itu,” tambahnya.

Polsek Sumberlawang telah mendatangi kediaman kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui bahwa sang nenek penjual siomay, Mbah Samini, memang mengalami kendala komunikasi dan kondisi psikologis atau stres yang sudah dimaklumi oleh warga sekitar. “Mbah yang perempuan ini kalau diajak bicara agak kurang nyambung omong A jawab Z, dan suaminya juga tidak bisa banyak mendebat. Warga sekitar pun sudah tahu kalau perilakunya memang agak unik dan suka semaunya sendiri,” kata Kapolsek.

Melihat kondisi tersebut, pemilik dompet memilih untuk berlapang dada dan mengikhlaskan sisa uang serta STNK-nya yang hilang di jalan. “Kedua belah pihak sudah bertemu dan sepakat berdamai. Pemilik dompet sudah mengikhlaskan dan menyatakan tidak ada masalah lagi. Video yang sempat viral di media sosial juga akan segera diturunkan (take down),” pungkas Sudarmaji.

Kasus ini menyoroti bagaimana situasi sederhana seperti kehilangan dompet dapat memuncak menjadi kontroversi di era media sosial. Meskipun akhirnya kedua belah pihak bersepakat, kejadian ini mengingatkan pentingnya sikap empati dan komunikasi yang jelas dalam menyelesaikan masalah. Dengan penegakan mediasi yang cepat, konflik dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut bagi semua pihak yang terlibat.

Sragenvideo virallansia penjual siomaydompet hilangmediasi polisimedia sosialkekayaan dompet

Komentar

Memuat komentar...