Lion Air Ulang Penerbangan Hajj, Konflik Timur Tengah Menghambat

Dian P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Lion Air Ulang Penerbangan Hajj, Konflik Timur Tengah Menghambat

Gambar atau konten salah?

Lion Air kembali memulai penerbangan Hajj global di tahun ini, namun situasi konflik di Timur Tengah menambah kekhawatiran bagi para awak kabin.

Perusahaan penerbangan ini menyesuaikan rencana operasionalnya setelah muncul peringatan keamanan di wilayah Teluk. Penerbangan haji menjadi salah satu rute terpenting bagi jamaah, sehingga setiap perubahan harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 14 April 2026, awak kabin Akbar Maulana mengungkapkan tantangan mental yang harus dihadapi sebelum menurunkan penumpang.

Akbar Maulana berkata, "Tentunya kita sebagai ciptaan dari Allah SWT, kita selalu berdoa semoga kita semua selalu diberikan perlindungan dan juga kelancaran dalam penerbangan,".

Ia menegaskan bahwa rasa takut tidak menghalangi profesionalitas. Menurutnya, setiap penugasannya bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga ibadah.

Akbar menambahkan, "Sebenarnya takut sih, tapi InsyaAllah dan saya yakin juga dari perusahaan juga sudah memikirkan semuanya, untuk keamanan kita semua,".

Dia menjelaskan prosedur perusahaan: bila kondisi tertentu tidak memungkinkan penerbangan, penundaan bisa dilakukan. Akbar menegaskan bahwa ia akan mengikuti arahan perusahaan.

"Kalau dari cabin crew-nya sendiri sih kita tetap mengikuti arahan dari perusahaan, di mana kalau memang tidak memungkinkan untuk terbang ke suatu negara tersebut, pastinya dari perusahaan akan menginformasikan kepada kita. Dan mungkin akan ditunda untuk penerbangan tersebut,"

Seiring dengan Akbar, Mevtorus Malia juga berbagi kesiapan mentalnya. Ia menilai pengalaman sebelumnya memberi keyakinan untuk menghadapi situasi konflik.

"Mental kita juga sudah sangat kuat ya, yang di mana kita ini tahu tujuan kita bukan hanya kerja. Tapi sekaligus ibadah, pahalanya Masya Allah,"

Dengan demikian, Lion Air menunjukkan bahwa keselamatan dan kesiapan mental awak kabin tetap menjadi prioritas utama, meski situasi geopolitik tetap tidak menentu.

Lion AirPenerbangan HajjKonflik Timur TengahAwak KabinKeamananKetahanan MentalGeopolitik

Komentar

Memuat komentar...