Liverpool Kalah 2-0, Taktik Lima Bek Gagal Lawan PSG

Rini S. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Liverpool Kalah 2-0, Taktik Lima Bek Gagal Lawan PSG

Gambar atau konten salah?

Liverpool menghadapi Paris Saint-Germain di leg pertama perempatfinal Liga Champions pada malam Kamis, 9 April 2026 di Parc des Princes. Hasilnya 2‑0 untuk PSG, dengan gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia.

Di lapangan, Liverpool memilih pola lima bek. Ibrahima Konaté, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez menempati posisi tengah, sementara Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez berada di sayap kanan dan kiri. Ide ini dimaksudkan untuk menekan serangan PSG, namun malah membuka celah bagi lawan.

Pelatih Arne Slot mengakui bahwa satu-satunya hal positif adalah tidak kebobolan. Namun, timnya gagal mencetak tembakan ke gawang. PSG, di sisi lain, memanfaatkan peluang dengan 18 tembakan, 6 on target, dan berhasil menembus gawang dua kali.

Jamie Carragher, mantan bek Liverpool, menyatakan: “Sang manajer sudah mencoba sesuatu tapi dia benar-benar keliru secara taktik, bagaimana dia melakukan pendekatan. Memang mudah bagi saya untuk berucap, setelah itu terjadi, tapi itulah yang kami lakukan, kami adalah pundit, kami berbicara setelah kejadian di pertandingan.”

Ia menambahkan, “Mereka malah lebih terbuka dengan pola lima bek ketimbang kalau main dengan empat bek. Sebab mereka melakukan penjagaan orang vs orang di seluruh penjuru lapangan dan tiga bek tengah harus mencakup lebar lapangan.”

Perubahan taktik ini membuat Liverpool kesulitan mengendalikan permainan. PSG tetap leluasa melewati pressing yang dimainkan. Liverpool tidak mampu mengembangkan serangan, sementara PSG memanfaatkan ruang terbuka yang diciptakan.

Kesimpulannya, strategi lima bek yang dipilih Liverpool tidak berhasil menahan tekanan PSG, dan hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan taktik tersebut kurang efektif di pertandingan tersebut.

LiverpoolParis Saint-GermainLiga Championspola lima bekArne SlotJamie CarragherParc des Princes

Komentar

Memuat komentar...