Lobster Rasa Sakit Saat Direbus Hidup, Penelitian Swedia

Fajar H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Lobster Rasa Sakit Saat Direbus Hidup, Penelitian Swedia

Gambar atau konten salah?

Lobster ternyata dapat merasakan sakit ketika direbus hidup‑hidup, temuan yang baru saja muncul dari sebuah penelitian di Swedia. Temuan ini menimbulkan perdebatan tentang cara memasak lobster dan mendorong para ilmuwan untuk mencari metode yang lebih manusiawi.

Praktik merebus lobster hidup sudah lama menjadi standar di restoran seafood. Cara ini diyakini menjaga daging tetap segar, juicy, dan teksturnya tidak cepat berubah. Namun, hasil studi menunjukkan bahwa lobster memiliki kemampuan merasakan rasa sakit, mirip manusia.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati perilaku lobster Norwegia ketika terkena sengatan listrik di dalam air. Lobster terlihat berusaha melarikan diri dengan mengibaskan ekornya. Menariknya, ketika lobster lebih dulu diberi obat pereda nyeri, reaksi itu berkurang bahkan hilang saat terkena sengatan listrik. Hal tersebut membuat peneliti menduga respons yang diberikan bukan sekadar refleks biasa.

Para ilmuwan juga mencatat kemungkinan bahwa hewan krustasea lain—seperti kepiting, udang, dan crayfish—mungkin memiliki respons serupa. Akibat temuan tersebut, sejumlah ilmuwan kini mendorong pembatasan praktik merebus lobster hidup‑hidup. Beberapa negara sudah menerapkan aturan tersebut lebih dulu.

Norwegia, Selandia Baru, Austria, serta beberapa negara bagian di Australia telah melarang lobster direbus hidup‑hidup. Inggris juga tengah mengusulkan regulasi serupa.

Lynne Sneddon, profesor zoofisiologi dari Department of Biology and Environmental Science University of Gothenburg di Swedia, sekaligus salah satu peneliti dalam studi tersebut, mengatakan ada beberapa cara yang dinilai lebih manusiawi untuk mematikan lobster sebelum dimasak. Salah satunya adalah metode spiking, yaitu menusukkan pisau di antara mata lobster untuk menghancurkan sistem sarafnya. Setelah itu, tubuh lobster dibelah agar seluruh saraf benar-benar berhenti bekerja.

Selain itu, restoran juga bisa menggunakan alat kejut listrik khusus yang membuat lobster tidak sadar sebelum dimasak. Sayangnya, alat tersebut dinilai cukup mahal. Untuk memasak di rumah, Sneddon menyarankan lobster disimpan lebih dulu di freezer agar sistem sarafnya melambat sebelum dimasak.

“Pada akhirnya, alternatif selain memasak lobster hidup‑hidup itu memang ada,” ujar Sneddon.

Meski begitu, sebagian chef menilai metode alternatif tersebut punya konsekuensi terhadap kualitas makanan. Chris Valdes, chef, menjelaskan praktik merebus lobster hidup‑hidup selama ini dilakukan demi menjaga kualitas daging. “Begitu lobster mati, semuanya mulai berubah dengan cepat. Karena itu, merebus menjadi standar karena cepat, konsisten, dan menjaga kualitas daging tetap baik,” kata Valdes.

Menurutnya, membekukan lobster sebelum dimasak memang tidak terlalu memengaruhi rasa, tetapi tekstur daging bisa menjadi lebih lembut dan kurang juicy.

Para ilmuwan menyoroti metode memasak lobster yang lebih manusiawi. Robert Seixas, Senior Food Director Delish, juga menilai metode yang lebih manusiawi patut dipertimbangkan. Ia menyebut metode spiking kemungkinan menjadi pilihan terbaik.

Selain itu, Seixas juga mengungkap metode lain yang cukup unik, yaitu menghipnotis lobster sebelum direbus. Caranya dengan menyeimbangkan lobster di atas kepalanya sambil mengusap bagian antara matanya hingga lobster masuk ke kondisi yang disebut tonic immobilization.

Meskipun membutuhkan waktu tambahan dalam proses persiapan makanan, sejumlah chef yakin restoran akan mampu beradaptasi jika larangan merebus lobster hidup‑hidup makin meluas di kemudian hari.

Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan kesejahteraan hewan dalam praktik kuliner. Metode alternatif seperti spiking, penggunaan alat kejut listrik, atau pembekuan dapat menjadi solusi yang lebih manusiawi, meski masih perlu evaluasi lebih lanjut mengenai pengaruhnya terhadap kualitas daging dan penerimaan konsumen. Dengan regulasi yang semakin ketat di beberapa negara, industri seafood mungkin akan beralih ke teknik memasak yang lebih etis di masa depan.

lobsterrasa sakitmetode manusiawispikingregulasikrustaseaindustri seafood

Komentar

Memuat komentar...