Mahasiswa UNY Raih Gelar lewat KIP‑K, Dari Keluarga Petani
Gambar atau konten salah?
Yuan Amir adalah mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata di FISHIPOL, UNY. Ia menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi mimpi. Dengan tekad dan kerja keras, mahasiswa semester empat ini berhasil melanjutkan pendidikan melalui KIP-K.
Perjalanan Amir ke bangku kuliah dimulai di SMA Negeri 10 Purworejo. Guru Bimbingan Konseling di sana memberi banyak informasi dan rekomendasi perguruan tinggi yang sesuai dengan minat serta potensi Amir. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, ia memutuskan UNY sebagai tempat melanjutkan studi. Ketertarikannya pada dunia pariwisata pun ia wujudkan dengan memilih jurusan tersebut.
Asal usulnya dari keluarga sederhana tidak membuat Amir mundur. Sebaliknya, kondisi tersebut membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan penuh tekad. Untuk meringankan beban orang tua yang bekerja sebagai petani, ia berinisiatif mendaftar program KIP-K. Berkat arahan guru dan usaha mandiri, proses pendaftaran beasiswa berjalan lancar. Kini, ia dapat menempuh pendidikan tanpa harus membebani orang tua.
"Program KIP-K ini sangat membantu saya untuk bisa kuliah tanpa harus membebani orang tua. Saya merasa bersyukur dan semakin termotivasi untuk belajar lebih giat serta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin," ujar Amir, dikutip dari laman resmi UNY, Jumat (27/3/2026).
Hidup sederhana menjadi kebiasaan Amir. Dari situ tumbuh karakter tekun dan pantang menyerah yang terus ia pegang hingga kini. Ia meyakini pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib. Ia bertekad membalas perjuangan orang tuanya dengan prestasi dan masa depan yang lebih baik.
Amir juga berbagi pesan bagi generasi muda: "Jangan pernah ragu untuk melangkah. Kerja keras dan doa orang tua adalah kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik," tuturnya.
Kisah Amir menjadi pengingat bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan tekad kuat dan usaha yang konsisten, peluang akan selalu terbuka bagi siapa saja yang berani memperjuangkannya.
Seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga petani berhasil menempuh pendidikan tinggi berkat bantuan KIP-K dan dukungan guru. Ia menegaskan bahwa kerja keras dan doa orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mencapai masa depan yang lebih baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
