Mahasiswi Tel-U Hilang, Keluarga Dibayangi Penipuan
Gambar atau konten salah?
Pencarian terhadap Nadira Az-Zahra (20), mahasiswi semester dua Telkom University, masih terus berlangsung. Gadis yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Terapan, Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas itu, dilaporkan hilang sejak 30 Juni 2026. Hingga kini, ia belum kembali ke rumahnya di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
"Sementara ini yang bergerak adalah kepolisian sama teman kampus Tel-U. Kita juga sedang mencari info, yang jelas sampai saat ini (Nadira) belum ditemukan," ujar paman Nadira, Budhi Purwana, pada Minggu, 05 Juli 2026.
Nadira terakhir terlihat pada Selasa, 30 Juni 2026, saat bergegas meninggalkan rumah menuju kampusnya di Telkom University, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Ia berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Namun sehari setelahnya, komunikasi keluarga dengan Nadira terputus total.
Ponsel Nadira sudah tidak aktif sejak hari kepergiannya, sekitar pukul 12.30 WIB. Saat meninggalkan rumah, ia mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, dan kerudung krem. Ia juga membawa tas ransel krem berisi laptop, tablet, dan ponsel.
Penipuan Bermunculan
Keluarga menghadapi tantangan lain selama proses pencarian. Sejumlah oknum menghubungi mereka dengan klaim melihat Nadira. Namun ketika diminta mengantar ke lokasi, oknum tersebut justru meminta uang untuk biaya operasional. Informasi semacam ini cukup mengganggu keluarga yang tengah fokus mencari Nadira.
"Banyak informasi yang masuk, informasinya bersebaran. Sebagian besarnya malah upaya-upaya penipuan, hoax. Jadi banyak oknum yang memanfaatkan, yang mengaku melihat lalu ujung-ujungnya minta ditransfer untuk operasional. Dan itu banyak sekali itu yang masuk ke saya," kata Budhi.
"Saya fokus sekarang untuk mencari keberadaan Nadira melalui jejaring teman-temannya, sementara pihak kepolisian, pihak aparat itu mencari dengan teknologi lah. Seperti riwayat percakapan, karena mungkin jejak juga handphone, nomor handphone, tracking lokasi, ini yang sedang berproses dengan kepolisian," tambahnya.
Akun Medsos Nadira Menghilang
Keluarga juga menghadapi kesulitan besar lainnya. Selain informasi terakhir yang melacak Nadira di Tel-U pada 30 Juni 2026, akun media sosial mahasiswi angkatan 2025 itu kini sudah tidak bisa diakses.
"Sejauh ini yang paling valid (keberadaan terakhir Nadira) adalah tanggal 30 Juni itu di Tel-u. Setelah dari Tel-u itu ada memang di beberapa titik di sekitar kampus," katanya.
"Selain HP enggak aktif, dia seluruh akun-akun medsos dihapus. Ada yang menghapus atau dihapus oleh yang bersangkutan, kita enggak tahu ya. Tapi yang jelas jejak digital itu hanya aparat yang paling mungkin nge-tracing, itu kan karena hubungannya dengan vendor dan provider," bebernya.
Keluarga menegaskan masih mencari Nadira. Mereka menyatakan Nadira belum ditemukan, meski sempat muncul beberapa kabar mengenai keberadaannya di sejumlah tempat.
"Belum ada informasi yang A1 ya, saya masih tegaskan itu. Belum ada informasi yang terkonfirmasi benar. Kemarin (ada kabar) di Majalaya, ternyata itu kan misleading, mismiskomunikasi. Kita kejar ke sana ternyata memang ya blank aja gitu. Ada informasi lagi di Ujungberung, Cimahi, di Soekarno Hatta, Kita tetap melakukan pencarian tapi ya itu tadi ujung-ujungnya itu ya misleading dan misinformasi, ujung-ujungnya jadi hoaks," tandasnya.
Budhi berharap proses pencarian Nadira segera menemukan titik terang. Jika ada orang yang menemukannya, ia meminta Nadira dibawa ke tempat aman terlebih dahulu sebelum dijemput keluarga.
"Harapan saya apabila masyarakat atau netizen atau siapapun lah yang menemukan yang bersangkutan sesuai dengan ciri-cirinya, kami berharap itu amankan dulu gitu ya. Tidak hanya sekadar, saya melihat di tempat anu, tapi ajak bicara, ajak ke rumah. Kalau dalam kondisi tertentu dia butuh pertolongan, mohon dibantu untuk di tolong dulu. Nanti konfirmasi segera ke kami, kami akan langsung ke lokasi gitu kalau itu A1 kalau menemukan," katanya.
"Konsen kami adalah upaya yang sedang kami lakukan secara terus-menerus 24 jam ini seluruh keluarga bergerak ke jejaring yang dimungkinkan. Itu harapan kami sebetulnya cuma satu, dia kembali dalam keadaan baik-baik saja. Dalam hal ini kita ingin segera memastikan keberadaanya dimana, itu yang paling penting bagi kami hari ini. Jadi kami minta bantuan dari masyarakat tuh seperti itu," pungkasnya.
Bagi yang melihat atau mengetahui keberadaan Nadira, diminta menghubungi Budhi Purwana Yodhaswara melalui nomor telepon: 081214623428.
Keluarga terus bergerak selama 24 jam, menjangkau jaringan yang memungkinkan. Mereka hanya ingin satu hal: Nadira kembali dalam keadaan selamat. Informasi yang beredar selama ini sebagian besar ternyata hoaks dan penipuan, bukan petunjuk valid. Pencarian kini mengandalkan teknologi kepolisian, termasuk penelusuran riwayat percakapan dan pelacakan lokasi ponsel.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mobil Terparkir Berbulan-Bulan di Trotoar Bandung, Dishub Selidiki
Mobil Terparkir Berbulan-Bulan di Bandung, Dishub Turun Tangan
Akademisi: Ganti Nama Sunda Jangan Hanya Simbol
Pemuda Nekat Salto, Tenggelam di Waduk Saguling
Revitalisasi Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Beroperasi 2026
Jembatan Sukamenak Dibuka Kembali, Gubernur Mediasi
Berita Terbaru
Kucing Tak Pilih Gender, Hanya Cari yang Beri Makan
Indonesia Borong 3 Medali di World Climbing Series Krakow
DPR Apresiasi Danantara Periksa PT Pos Indonesia
Pendapatan Trump Tembus Rp 5,39 Triliun dari Bisnis Timur Tengah
Mobil Terparkir Berbulan-Bulan di Trotoar Bandung, Dishub Selidiki
Jembatan Serayu Banyumas Dibuka, Selesai Lebih Cepat
Suporter Meksiko Kepung Hotel Timnas Inggris
