Manchester United tak lanjut perekrutan Elliot Anderson
Gambar atau konten salah?
Manchester United memutuskan untuk tidak melanjutkan upaya merekrut gelandang muda 23 tahun, Elliot Anderson, yang berasal dari Nottingham Forest. Menurut laporan, klub berpendapat harga yang ditawarkan oleh Forest berada di luar anggaran yang telah disiapkan.
Keputusan ini datang setelah Manchester City, rival sekota, menawar lebih dari 120 juta Pound termasuk bonus. Meskipun demikian, Forest menolak tawaran tersebut. Pada 11 Juni 2024, klub menegaskan bahwa mereka tidak bersedia terlibat dalam perang harga dengan City. Setan Merah menilai nilai Anderson di kisaran 80-90 juta Pound.
Anderson, yang saat ini bermain bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, menjadi andalan manajer Thomas Tuchel. Ia dipertimbangkan untuk mengisi posisi gelandang yang kosong setelah Casemiro keluar musim panas ini. Namun, klub juga menyiapkan alternatif lain, seperti Mateus Fernandes dari West Ham United, Alex Scott dari Bournemouth, dan Sandro Tonali dari Newcastle United.
Manchester United sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan gelandang asal Brasil, Ederson dari Atalanta, yang akan bergabung ke Old Trafford pada musim panas ini. Meskipun sudah memperoleh satu gelandang, klub tetap ingin memperkuat lini tengah dengan setidaknya satu tambahan.
Keputusan ini menandai perubahan strategi transfer Manchester United, menyesuaikan anggaran dan kebutuhan taktik. Dengan menolak tawaran tinggi, klub menegaskan komitmen pada pendekatan transfer yang lebih terukur, meski masih mencari pemain yang dapat melengkapi skuad mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi