Marcos Santos Akui Alasan Kalah 2-3 Arema vs Persik
Gambar atau konten salah?
Malang – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengungkapkan alasan utama kekalahan 2-3 melawan Persik Kediri pada laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Ia menilai start lamban di awal laga menjadi faktor utama yang membuat Singo Edan kehilangan poin.
Menurut Marcos, timnya tidak tampil dengan kesiapan yang cukup baik di babak pertama. Hal itu membuat permainan Arema kurang agresif dan gagal mengimbangi tekanan lawan sejak awal.
"Di babak pertama kami belum siap. Setelah jeda mereka coba bereaksi dan kembali masuk ke dalam permainan," ungkap Marcos saat konferensi pers selepas pertandingan.
Melihat kondisi tersebut, juru taktik asal Brasil itu mengaku harus mengambil sikap tegas saat turun minum. Ia menegur para pemain agar tampil lebih berani dan meningkatkan intensitas permainan di babak kedua.
"Saat jeda saya harus mendesak dan menegur pemain agar lebih agresif. Karena jika tidak, kami bisa mengalami kekalahan memalukan seperti pertandingan sebelumnya," tegasnya.
Meski menunjukkan peningkatan setelah jeda, Arema tetap tidak mampu membalikkan keadaan. Marcos pun menilai ada faktor lain yang turut mempengaruhi performa tim, yakni kondisi mental pemain. Ia menyebut posisi Singo Edan yang relatif aman di klasemen justru membuat tim sedikit kehilangan fokus. Situasi ini berdampak pada penurunan performa dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Perolehan poin membuat kami berada di posisi yang nyaman, dan itu mungkin membuat kami lebih santai. Dan itu tidak bagus, saya tidak menyukainya," tutup pelatih berusia 46 itu.
Marcos menegaskan bahwa sisa pertandingan musim ini tetap harus dimaksimalkan. Ia tidak ingin para pemain kembali menunjukkan sikap yang sama di laga berikutnya.
Dengan menyoroti start lamban, ketidaksiapan, dan kondisi mental, pelatih berusaha menegaskan pentingnya konsistensi dan agresivitas di setiap pertandingan.
Performa Arema di BRI Super League 2025/2026 menunjukkan bahwa setiap poin penting, dan pelatih bertekad agar tim tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
