Martinez Tinggalkan Portugal Usai Tersingkir
Gambar atau konten salah?
Kekalahan 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar memastikan Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026. Bersamaan dengan itu, pelatih Roberto Martinez resmi meninggalkan kursi kepelatihan timnas Portugal. "Kontrak saya berakhir," ujar Martinez.
Keputusan itu diambil setelah kontraknya habis. Martinez tidak lagi menukangi Selecao das Quinas pasca-kegagalan di turnamen bergengsi tersebut. Pertandingan melawan Spanyol menjadi laga terakhirnya bersama Portugal.
Spanyol sendiri melaju ke perempat final setelah menang tipis. Sementara Portugal harus pulang lebih awal. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi skuad asuhan Martinez yang sebelumnya dianggap kuat.
Kepergian Martinez membuka babak baru bagi Portugal. Mereka kini harus mencari pelatih baru untuk membangun kembali tim. Piala Dunia 2026 menjadi turnamen kedua Martinez bersama Portugal setelah ia mengambil alih pada 2023.
Secara keseluruhan, kegagalan di babak 16 besar ini menjadi catatan buruk bagi Portugal. Mereka tidak mampu melampaui pencapaian semifinal di edisi sebelumnya. Spanyol menjadi batu sandungan yang mengakhiri perjalanan mereka sekaligus masa jabatan Martinez.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
