Mbappé Menolak Mundur, Hadapi Kritik 'Monyet'
Gambar atau konten salah?
Kylian Mbappé menjadi sorotan ketika Prancis tersingkir di babak enam belas besar Piala Eropa 2020. Timnas Les Bleus kalah 4‑5 pada adu penalti setelah hasil 3‑3 sampai perpanjangan waktu melawan Swiss.
Mbappé, yang menjadi satu-satunya pemain Prancis yang tidak mencetak gol, kehilangan kesempatan terakhir untuk membantu tim.
“Mereka mulai memanggilku si monyet. Itu sangat kejam buatku. Aku kemudian berlibur dan di beberapa hari pertama, aku merasa seperti mayat hidup,” ungkapnya dalam siniar The Bridge.
Ia menambahkan, “Ketika aku bergabung dengan tim nasional, aku kan langsung juara Piala Dunia, aku jadi pahlawan nasional. Aku bilang pada diriku sendiri: 'Ah, Prancis itu hebat!'. Dan tiba‑tiba Anda mendapat tamparan keras di wajah. Itu berat sekali,” jelas pemain berusia 26 tahun.
Di tengah keterpurukannya, Mbappé bertemu dengan Presiden FFF, Noel Le Graet. Pada akhirnya, keinginannya untuk pensiun dari Timnas Prancis ditolak.
“Aku sempat bilang aku enggak mau kembali. Aku bertemu dengan Noel Le Gaet. Aku bilang kepada dia: 'Aku tidak akan bermain lagi,'" kata superstar Real Madrid.
Ia melanjutkan, “Aku berpikir: 'Aku bermain untuk orang-orang yang meganggapku monyet jika aku tidak mencetak gol. Aku tidak bisa bermain untuk orang-orang seperti itu.' Itulah mengapa aku sampai pada titik itu,” dilansir One Football.
“Aku bilang: 'Aku enggak mau bermain lagi, aku akan kembali ke Paris, aku enggak punya masalah di sana.' Noel Le Graet bilang kepadaku: 'Apa kamu kira kamu akan keluar dari kantorku seperti itu dan aku akan bilang iya?' Dia bilang padaku agar melupakannya."
Peristiwa ini menandai titik balik bagi Mbappé. Sebelum kegagalan di Piala Eropa 2020, ia memimpin Prancis meraih juara Piala Dunia 2018. Setelah kejadian tersebut, ia bangkit kembali dan membawa negara itu ke final Piala Dunia 2022, meski harus puas menjadi runner‑up.
Keputusan Mbappé untuk tidak mundur menunjukkan keteguhan hati pemain muda ini. Meskipun menghadapi kritik dan tekanan, ia tetap fokus pada tujuan akhir: memajukan prestasi sepakbola Prancis di panggung dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
