Menko Pangan di Ponpes Bumi Sholawat, Dorong Santri Kritis

Hendra M. · 2 min baca · 10 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Menko Pangan di Ponpes Bumi Sholawat, Dorong Santri Kritis

Gambar atau konten salah?

Menko Pangan RI Zulkifli Hasan (juga dikenal sebagai Zulhas) mengunjungi Ponpes Progresif Bumi Sholawat di Lebo, Sidoarjo pada 25 Mei 2026. Di sana, ribuan santri berkumpul untuk diskusi ketahanan pangan berbasis pesantren. Acara ini diadakan dalam suasana santai namun penuh interaksi.

Dalam sambutannya, Zulhas menekankan pentingnya critical thinking bagi generasi muda. Ia mengatakan bahwa kemampuan berpikir kritis diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang pangan dan teknologi. Menurutnya, “kita harus dapat menilai, menanyakan, dan tidak menerima informasi begitu saja.”

Menko tersebut kemudian mengajak santri untuk berdialog langsung. Ia meminta mereka berani maju ke depan dan menjawab berbagai pertanyaan, mulai dari makanan sehat hingga pengetahuan tentang ayam dan telur. Interaksi ini menumbuhkan rasa percaya diri di antara para santri.

“Sebagai pelajar Islam itu tidak boleh takut. Harus berani tampil, berani bertanya, dan tidak malu-malu,” kata Zulhas di hadapan ribuan santri.

Ia menambahkan, “Orang hebat kalau tidak berani ya tidak akan maju. Anak muda harus punya rasa ingin tahu yang besar,” sambil menegaskan bahwa keberanian adalah modal utama.

Selama dialog, Zulhas memaparkan asal‑usul makanan yang dikonsumsi sehari‑hari. Ia menjelaskan bahwa ayam broiler yang banyak dimakan masyarakat kini berbeda dengan ayam kampung. Perbedaan tersebut berasal dari penelitian dan teknologi peternakan modern, termasuk rekayasa genetik. Menurutnya, “Ayam broiler adalah hasil rekayasa genetik modern yang mempermudah produksi.”

“Kalau kita mau maju harus mau tahu banyak. Critical thinking dipakai yang banyak, jangan dipakai yang macam‑macam. Harus sering bertanya, kenapa ini bisa begini, kenapa itu bisa begitu,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa penelitian penting. “Penelitian itu penting. Negara maju itu karena masyarakatnya punya rasa ingin tahu tinggi dan terus melakukan riset,” tambahnya.

Selain pangan, Zulhas juga menyinggung pengelolaan sampah. Ia mengapresiasi santri yang dapat menjawab pertanyaan tentang pemilahan sampah organik dan sampah anorganik. Beberapa santri yang berani maju ke depan mendapat hadiah tumbler dari Menko Pangan.

“Hebat, pintar‑pintar semuanya. Tepuk tangan untuk para santri,” pungkasnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Acara ini menegaskan bahwa generasi muda pesantren harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi konsumen, melainkan juga pencipta inovasi di bidang pangan dan teknologi.

Menko PanganZulkifli HasanPonpes Progresif Bumi Sholawatketahanan panganberpikir kritisayam broilerpengelolaan sampah

Komentar

Memuat komentar...