Mesin Pirolisis TOSS Klungkung Tak Menimbulkan Polusi Besar

Kartika D. · 2 min baca · 1 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Mesin Pirolisis TOSS Klungkung Tak Menimbulkan Polusi Besar

Gambar atau konten salah?

Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan bahwa mesin pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center tidak menghasilkan polusi berlebih. Ia memberi tahu saat uji coba mesin berkapasitas 750 kilogram di TOSS Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, pada 09 Juni 2026.

Mesin pirolisis berasal dari PT Andersons Group, Cook Island, yang direkomendasikan pemerintah pusat. Sistem ini tidak menggunakan pembakaran, melainkan pemanasan pada suhu tinggi. “Artinya pemanasan ini tidak menghasilkan asap. Adapun yang keluar dari cerobong seperti asap itu adalah uap. Jadi bisa dikatakan karena menghasilkan uap, mesin ini ramah lingkungan,” jelas Satria.

Meski begitu, Satria meminta perusahaan tetap melakukan uji emisi gas buang. Dokumen ini penting ketika pirolisis beroperasi penuh di Klungkung. Selain itu, ia menuntut perusahaan melatih tenaga lokal. “Jadi kami juga meminta perusahaan untuk mentraining tenaga kerja kita agar tidak terus‑terusan menggunakan tenaga dari luar,” tambahnya.

Pengolahan sampah pirolisis di TOSS Center Klungkung merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Klungkung, PT Inpac Solutions Indo, dan PT Bali Bersih Bersinar. Menurut Satria, Pemkab hanya menyediakan lokasi dan sampah; sisanya diurus sepenuhnya oleh perusahaan. Ia berharap operasi penuh pada akhir Juni dapat berjalan sesuai rencana.

Direktur PT Inpac Solution Indo, Anak Agung Pablo Subamia, menjelaskan bahwa uji coba dilakukan pada mesin dengan kapasitas terkecil. Mesin besar yang mampu mengolah 8 ton sampah per jam akan datang dalam waktu dekat. “Jadi seluruh mesin ini mampu mengolah sampah 168 ton per hari. Ini sudah mulai berproses ke sana,” jelas Pablo.

PT Inpac Solution Indo akan membersihkan gunungan sampah residu di TOSS Center secara bertahap. Awalnya akan mengolah antara 20 sampai 40 ton per hari, kemudian 50 sampai 75 ton, hingga seluruh mesin beroperasi dan mencapai 168 ton per hari. Semua mesin akan beroperasi pada akhir Juni atau pertengahan Juli 2026.

Hasil pengolahan sampah menjadi minyak, black carbon, dan kawat. Minyak yang dihasilkan akan langsung digunakan sebagai bahan bakar mesin. “Jadi mesin dengan kapasitas 750 KG ini kami fungsikan untuk menghasilkan minyak yang akan kami gunakan menghidupkan tiga mesin lainnya,” jelas Pablo.

Dengan sistem pirolisis ini, Klungkung berharap dapat mengurangi sampah plastik dan limbah organik, sekaligus menciptakan energi alternatif. Proyek ini juga menekankan pelatihan tenaga kerja lokal, sehingga masyarakat setempat dapat berpartisipasi langsung dalam proses pengolahan sampah. Seiring berjalannya uji coba, para pihak akan terus memantau emisi gas buang dan efisiensi operasional mesin. Hasil akhir dari proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

TOSS CenterMesin pirolisisBupati KlungkungPT Andersons GroupPT Inpac Solutions IndoEmisi gas buangPelatihan tenaga kerja lokal

Komentar

Memuat komentar...