Minuman Botol Terbuka, Berapa Lama Masih Aman Diminum?

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Minuman Botol Terbuka, Berapa Lama Masih Aman Diminum?

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Minuman kemasan botol memang praktis. Tinggal buka, minum, tutup lagi. Tapi kebiasaan menyimpan sisa minuman yang sudah dibuka, lalu diminum lagi beberapa jam kemudian—atau bahkan besoknya—ternyata tidak seaman yang dikira.

Setelah tutup botol dibuka, celah masuk bakteri jadi terbuka lebar. Pertanyaannya: berapa lama sebenarnya batas aman minuman botol yang sudah terbuka masih layak dikonsumsi?

Jawabannya tergantung jenis minumannya. Juga cara penanganan selama produksi. Tapi pakar teknologi pangan sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S., memberi patokan. Minuman botol yang sudah dibuka sebaiknya tidak diminum lebih dari dua hari.

"Kalau dia misalnya minum teh dalam botol, mereknya apa pun terserah, di kulkas paling maksimum 2 hari," kata Prof. Hardinsyah.

Susu? Lain cerita. Susu harus habis dalam 24 jam. Jangan disimpan lebih lama. Alasannya, susu yang sudah dibuka lebih mudah tercemar bakteri. "Tapi kalau susu tetap sebaiknya hari itu juga, kalau air putih, teh, masih bisa bertahan 2 hari lah," tambahnya.

Risiko kontaminasi makin besar kalau minum langsung dari botol. Bakteri dari mulut bisa pindah ke dalam minuman. "Iya (kalau sudah dibuka rentan kontaminasi), apalagi langsung menempel ke bibir kan, di bibir kita kan banyak bakteri. Kecuali mungkin pakai sedotan, terus sedotannya dibuang, ya terus sisanya taruh di kulkas, ya mungkin (lebih rendah risiko kontaminasinya)," jelas Prof. Hardinsyah.

Jadi, kalau pakai sedotan, risikonya lebih kecil. Tapi tetap harus segera disimpan di kulkas.

Dua jenis minuman yang paling rentan terkontaminasi adalah jus dan susu. Minuman yang mengandung santan juga cepat turun kualitasnya begitu kemasan dibuka. Penurunan kualitas ini bukan cuma soal rasa. Kandungan nutrisi juga ikut berkurang, meski jumlahnya kecil. "Selain perubahan cita rasa, bisa berpengaruh pada kandungan vitamin, seperti vitamin B. Ini terjadi kalau minuman tadi diletakkan di suhu ruangan tanpa pendingin," tandas Prof. Hardinsyah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak memberikan batas aman spesifik untuk minuman botol setelah dibuka. Tapi lewat Pedoman Label Pangan Olahan, BPOM mewajibkan produsen mencantumkan cara penyimpanan dan batas waktu keamanan produk setelah dibuka. Ketentuan ini terutama untuk produk pangan yang tidak habis dalam sekali konsumsi. Dengan begitu, masyarakat bisa tahu masa simpan produk pangan—termasuk minuman—setelah kemasannya dibuka.

Contohnya, susu pasteurisasi. Petunjuknya: simpan selalu di suhu 0-4 derajat Celsius. Setelah dibuka, sebaiknya habis dalam 4 hari.

Jangan lupa perhatikan tanggal kedaluwarsa. Kalau nekat diminum setelah lewat masa kedaluwarsa, risikonya keracunan makanan. Gangguan pencernaan bisa jadi akibatnya.

Intinya, minuman botol yang sudah dibuka memang tidak bisa bertahan lama. Jenis minuman, cara penyimpanan, dan kebiasaan minum langsung dari botol sangat menentukan. Lebih cepat dihabiskan, lebih aman.

minuman kemasan botolbatas amankontaminasi bakteripenyimpanan kulkasrisiko keracunansusujus

Komentar

Memuat komentar...