MNA Bayar 20% Pesangon, Sisanya 313 Miliar Belum Terpenuhi
Gambar atau konten salah?
PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih belum menuntaskan seluruh kewajibannya dalam memberikan pesangon kepada 1.225 eks pekerjanya. Sejak dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Surabaya pada 2022, MNA hanya membayarkan 20% pesangon.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri, menyatakan total kewajiban pesangon MNA sebesar Rp 313 miliar. Upah pekerja sudah diselesaikan oleh kurator. Ia menjelaskan: Sisa upah pekerja ada sejumlah Rp 3,8 miliar telah dibayarkan seluruhnya oleh tim kurator MNA. Pembayaran pesangon, kalau tadi upah sudah beres, pesangon baru diterima 20% dari total pesangon yang seharusnya dan 80% sisanya dikonversi menjadi surat pengakuan utang atau SPU, ujarnya.
Indah menyoroti ketimpangan antara aset dan utang. Total utang MNA mencapai Rp 11,3 triliun, sementara 95% aset telah dijual untuk menutup kewajiban. Aset yang tersisa sangat terbatas, hanya Rp 2 miliar. Aset di Jayapura dan Biak belum dapat dieksekusi atau dijual karena biaya penjualan lebih besar daripada nilai aset tersebut. Pada 2025, aset tersisa hanya sekitar 3% dari total utang.
Dalam audiensi dengan kurator, pihak MNA berjanji akan menyelesaikan persoalan ini sampai 2027. Kemnaker meminta kurator tidak memberikan harapan palsu kepada para eks pekerja. Kemudian, mereka menyarankan tim advokasi untuk berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan OJK guna
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
