Mobil China Langkah Menduduki Pasar Indonesia, BYD Maju
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, mobil China perlahan menembus pasar yang selama ini didominasi oleh produsen Jepang. Banyak konsumen mulai tertarik dengan model-model baru yang menawarkan harga bersaing dan fitur modern.
Data Gaikindo tahun 01 Januari 2025 menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh merek mobil terlaris berasal dari Negara Sakura. Sementara China hanya menyumbang dua nama di daftar tersebut. Meskipun demikian, penjualan mobil China terus meningkat setiap tahun.
Di 01 Maret 2026, empat dari sepuluh merek mobil terlaris di Indonesia berasal dari China. Brand-brand tersebut adalah BYD, Jaecoo, Wuling, dan Chery. BYD melesat ke urutan kelima setelah menyalip Honda, hanya kalah tipis dari Suzuki di peringkat keempat.
Apakah akan terjadi pergantian dominasi, di mana China sepenuhnya menggusur Jepang di Indonesia? Pertanyaan ini sering muncul ketika melihat sejarah mobil global.
Menurut Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, "Mungkin nanti yang terjadi adalah keseimbangan brand. Jadi masyarakat punya pilihan. Jadi yang konvensional masih ada dan mereka akan mengadopsi teknologi modern," ujar Kukuh Kumara kepada detikOto di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).
Ia menambahkan, "Tidak kemudian menggantikan dan (brand Jepang) hilang sama sekali. Karena kenyataannya brand-brand China untuk bisa diterima di dunia mereka melakukan adopsi dan merger. Mereka tidak benar-benar mulai dari nol," tambahnya.
Dalam konteks sejarah, Kukuh menekankan, "Kalau diawali dari sebelum 1930-an, manusia kan naik kuda, terus ditemukan kendaraan bermotor buatan Ford. Kemudian ICE maju di Amerika maupun Eropa. Sejalan dengan perkembangan zaman, produsen Jepang muncul tahun 1970-an dan menawarkan mobil-mobil yang affordable dan populer," tuturnya.
Ia juga mengingatkan, "Tapi dulu kan sempat divonis, seperti 'ah mobil kaleng'. Tapi pada kenyataannya mobil ini diterima di seluruh dunia. Karena mereka bisa bikin mobil terjangkau dengan teknologi dan tampilan menarik. Lalu muncullah kendaraan-kendaraan China yang populer dengan EV‑nya," kata dia menambahkan.
Di pameran otomotif IIMS 01 Januari 2025, booth Suzuki menampilkan model terbaru, menegaskan bahwa merek Jepang masih aktif berinovasi di pasar Indonesia.
Secara keseluruhan, pasar mobil Indonesia menunjukkan tren yang lebih seimbang. Brand China terus tumbuh, namun Jepang masih mempertahankan posisi kuat melalui adaptasi teknologi dan penawaran yang relevan bagi konsumen lokal. Perubahan ini mencerminkan dinamika industri otomotif global yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk