MPLS TK Yos Sudarso Subang Dibuka, 72 Siswa Baru Bergabung

Sigit W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
MPLS TK Yos Sudarso Subang Dibuka, 72 Siswa Baru Bergabung

Gambar atau konten salah?

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK/PAUD Yos Sudarso, Subang, resmi dimulai pada Selasa, 14 Juli 2026. Acara pembukaan dilakukan oleh Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dan dirancang sebagai masa transisi bagi siswa baru. Mereka diperkenalkan pada fasilitas sekolah, tata tertib, dan budaya yang berlaku.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 72 siswa baru tercatat mengikuti MPLS di sekolah tersebut. Rinciannya, 14 siswa dari Kelompok Bermain (KB), 22 siswa TK A, dan 36 siswa TK B. Tema yang diusung tahun ini adalah "Learning with Fun, Learning by Doing". Pendekatan ini menekankan belajar melalui praktik langsung yang menyenangkan. Tujuannya agar anak-anak bisa beradaptasi dengan lebih baik.

Suasana pembukaan terasa ceria. Orang tua dan tenaga pendidik turut hadir. Acara dimulai dengan Senam Anak Indonesia Hebat di halaman sekolah. Kepala TK Yos Sudarso, Yanuarti Retno Utami, yang akrab disapa Miss Tami, menjelaskan kegiatan di hari kedua nanti. Para siswa akan mulai diajak mengenali lingkungan sekolah. Mereka juga akan ditanamkan kebiasaan baik sejak dini. Selain olahraga bersama, aktivitas di dalam kelas juga diperkuat. Tujuannya membangun kedekatan antara siswa, guru, dan teman sebaya. MPLS di jenjang ini tidak hanya soal akademis. Ini juga menjadi sarana sosialisasi dan pembentukan karakter dasar.

Ega Anjani Reynaldy menekankan bahwa masa usia dini adalah golden age atau periode emas. Periode ini menentukan masa depan anak. Menurutnya, PAUD memiliki peran yang lebih luas dari sekadar belajar membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. PAUD adalah fondasi. Fondasi untuk melatih kemandirian, kreativitas, dan kesiapan mental anak sebelum masuk sekolah dasar.

Dalam kesempatan itu, Ega juga memberikan penjelasan tentang perbedaan antara lembaga PAUD/TK dengan lembaga bimbingan belajar atau Bimba. Ia menyampaikan, "Saya tidak menghalangi anak bapak-ibu untuk mengikuti Bimba, hal tersebut tidak salah tetapi Bimba tersebut, seperti kursus yang tidak terdaftar di dapodik. Oleh karena itu anak-anak tetap terus bersekolah TK atau PAUD dan menyarankan tetap menjalankan Bimba di luar sekolah TK dan PAUD, sesuai dengan arahan dan tujuan pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut agar anak-anak kita untuk mendapatkan pondasi kuat untuk masuk SD karena Bimba dan PAUD itu berbeda."

Ega mengapresiasi seluruh TK di Kabupaten Subang yang telah menyelenggarakan MPLS dengan pendekatan ramah anak, penuh kehangatan, dan kasih sayang. Melalui Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, ia berharap tidak ada lagi anak di Subang yang tertinggal dalam mendapatkan layanan pendidikan usia dini.

Ega juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua. Ia meminta mereka menjadi mitra terbaik bagi sekolah dalam mengawal tumbuh kembang anak. "Dampingi tumbuh kembang anak, luangkan waktu untuk mendengar cerita mereka dan bangun komunikasi yang baik dengan guru. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah adalah kunci lahirnya generasi Subang yang sehat, cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia," pesannya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang PAUD Disdikbud Kabupaten Subang yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja PAUD beserta jajarannya. Tenaga pendidik TK/PAUD Yos Sudarso dan para orang tua murid juga turut hadir.

MPLS di TK/PAUD Yos Sudarso tahun ini menjadi contoh bagaimana pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademis. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun karakter dan kemandirian anak sejak awal. Peran orang tua sebagai mitra sekolah ditekankan sebagai faktor penting dalam proses ini.

MPLSPAUDSubanggolden agebelajarkarakterorang tua

Komentar

Memuat komentar...