National Geographic: 5 Kota Kuliner Terbaik 2026
Gambar atau konten salah?
Kuliner kini menjadi alasan utama banyak orang memilih destinasi wisata. Tak jarang, seseorang rela terbang jauh hanya untuk mencicipi makanan khas, mengunjungi pasar tradisional, atau menikmati pengalaman bersantap yang tak ditemukan di tempat lain.
National Geographic merilis daftar kota terbaik di dunia untuk kulineran pada 01 Juni 2026. Daftar ini mencakup 15 kota dan negara yang tidak hanya menawarkan kelezatan makanan, tetapi juga sejarah, budaya, tradisi, dan inovasi yang membentuk identitas kuliner suatu daerah. Dari pulau di Yunani hingga kota kopi di Vietnam, berikut lima destinasi kuliner yang dinilai paling menarik untuk dikunjungi tahun depan.
Berikut 5 Kota Kuliner Terbaik 2026 versi National Geographic:
- Crete, Yunani
- Buôn Ma Thuột, Vietnam
- Lucknow, India
- Singapura
- Somerset, Inggris
Crete mendapat perhatian foodies dari berbagai negara setelah dinobatkan sebagai European Region of Gastronomy. Pulau terbesar di Yunani ini dikenal sebagai tempat lahirnya pola makan Mediterania, yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan kesehatan dan umur panjang. Kuliner Crete didominasi minyak zaitun murni, sayuran musiman, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta konsumsi daging yang relatif rendah. Para turis dapat mencicipi madu thyme, keju graviera, hingga minuman tradisional raki yang menjadi bagian dari budaya makan warga lokal di Crete.
Di Desa Drakona, National Geographic merekomendasikan restoran Ntounias yang masih mempertahankan teknik memasak tradisional dengan tungku api terbuka. Sementara di Chania, restoran modern mulai mengolah bahan-bahan lokal menjadi sajian kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Buôn Ma Thuột menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman kopi yang berbeda. Kota ini, yang terletak di Dataran Tinggi Tengah Vietnam, merupakan pusat industri kopi robusta terbesar di dunia. Lebih dari 40 % ekspor kopi Vietnam berasal dari kawasan ini. Budaya minum kopi menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari warga setempat. Pengunjung dapat menikmati kopi tetes khas Vietnam yang dibuat menggunakan saringan phin tradisional, baik dengan susu kental manis, telur, maupun garam. Penulis buku kuliner Vietnam, Helen Le, menyebut kopi robusta Buôn Ma Thuột sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena memiliki aroma kuat, kadar kafein tinggi, dan rasa yang bertahan lama di mulut.
Lucknow menjadi salah satu kota yang semakin menarik perhatian setelah memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy pada akhir 2025. Kota di India ini dikenal sebagai pusat kuliner Awadhi yang berkembang dari pengaruh budaya Persia sejak abad ke-17. Ciri khas masakannya terletak pada penggunaan rempah aromatik seperti kapulaga, saffron, dan air mawar. Teknik memasak dum pukht yang memanfaatkan proses pemasakan lambat dalam wadah tertutup masih banyak digunakan hingga sekarang. Hasilnya adalah hidangan kaya rasa seperti galouti kebab, Awadhi biryani, dan nahari. Kawasan Chowk menjadi tujuan utama turis yang ingin kulineran di Lucknow karena dipenuhi kedai legendaris yang sudah beroperasi selama puluhan hingga ratusan tahun.
Singapura menonjol dengan popularitas hawker center dan restoran berbintang Michelin. National Geographic menilai kuliner Peranakan menjadi daya tarik yang semakin penting di negara ini. Kuliner ini lahir dari perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, Indonesia, dan India yang berkembang selama berabad-abad. Hasilnya adalah hidangan dengan cita rasa kompleks dan penggunaan rempah yang kaya. Beberapa menu ikoniknya antara lain ayam buah keluak, ngoh hiang, Nyonya ayam, dan babi pongteh. Salah satu tokoh yang aktif melestarikan budaya kuliner Peranakan tersebut adalah Alvin Yapp melalui The Intan, rumah sekaligus pusat budaya Peranakan di kawasan Joo Chiat. The Intan bisa menjadi rekomendasi turis untuk mempelajari budaya kuliner Peranakan di Singapura. Di sisi lain, National Geographic juga merekomendasikan restoran seperti Candlenut yang menghadirkan interpretasi modern kuliner Peranakan yang bahkan berhasil meraih bintang Michelin.
Somerset mungkin belum sepopuler London atau Cornwall, tetapi wilayah pedesaan di Inggris ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Daerah ini dikenal sebagai tempat lahir keju cheddar sekaligus salah satu pusat produksi cider terbesar di Inggris. Lebih dari 450 varietas apel tumbuh di Somerset dan diolah menjadi cider dengan karakter rasa yang beragam. Selain mengunjungi kebun apel dan tempat produksi cider, wisatawan juga dapat mencicipi keju artisan yang dibuat dari susu segar lokal. Tak jauh dari Somerset, ada kota kecil bernama Bruton yang kini berkembang menjadi pusat kuliner baru dengan banyak restoran farm-to-table. Sementara itu, kawasan The Newt menawarkan pengalaman wisata gastronomi yang memadukan kebun, peternakan, restoran yang menarik untuk para turis.
Keunikan setiap kota tidak hanya terletak pada hidangan yang disajikan, tetapi juga pada cara mereka memadukan tradisi dengan inovasi. Di Crete, pengrajin lokal masih menggunakan tungku api terbuka, sementara di Chania, koki modern mengolah bahan lokal menjadi sajian kontemporer. Di Buôn Ma Thuột, kopi robusta diproses dengan metode tradisional phin, namun tetap menjadi produk ekspor utama. Lucknow memelihara teknik dum pukht, sebuah metode pemasakan lambat yang menonjolkan rasa rempah. Singapura menonjolkan Peranakan, sebuah warisan kuliner yang melibatkan banyak budaya. Somerset memanfaatkan kebun apel dan produksi keju lokal untuk menciptakan cider dan keju artisan yang khas.
National Geographic menekankan bahwa destinasi kuliner ini tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita. Setiap kota memiliki sejarah yang memengaruhi cara masak dan bahan yang digunakan. Misalnya, Crete menonjolkan pola makan Mediterania yang telah dikaitkan dengan kesehatan. Buôn Ma Thuột menonjolkan kopi robusta yang kuat, sedangkan Lucknow menonjolkan rempah Persia. Singapura menonjolkan perpaduan budaya, dan Somerset menonjolkan keju cheddar dan cider. Semua kota ini menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi jendela budaya dan sejarah.
Dengan lima kota ini, National Geographic memberikan panduan bagi para pelancong yang ingin mengeksplorasi kuliner dunia. Dari pulau Yunani yang kaya sejarah, kota kopi Vietnam yang beraroma kuat, hingga kota India yang memadukan rempah, Singapura dengan hawker center, dan Somerset yang menawarkan keju dan cider. Setiap destinasi menawarkan pengalaman unik yang tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang budaya dan tradisi lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai