NGC Baru Dirilis, Buku Matematika & IPA Bahasa Inggris
Gambar atau konten salah?
Next Gen Choice (NGC) baru saja dirilis oleh penerbit Erlangga. Proses penulisan memakan waktu 5 bulan. Seri ini terdiri dari buku pelajaran matematika dan IPA untuk jenjang SD hingga SMP. Meskipun menggunakan bahasa Inggris, materi tetap mengacu pada capaian kompetensi Kurikulum Merdeka.
Fransiska Susilawati, penulis NGC jenjang SD, menjelaskan bahwa ia mengacu pada konten Kurikulum Merdeka selama menulis. Ia juga menambahkan tiga esensi pembelajaran: Mindful, Meaningful, dan Joyful, yang menjadi landasan buku.
"Sama kemudian kita tambahkan projek base learningnya untuk membuatnya menjadi holistik dan bahasa Inggris sebagai platform ruang yang aman bagi anak-anak dan para guru untuk berlatih bahasa Inggris," jelas Fransiska. Proyek ini dimaksudkan agar pembelajaran terasa menyeluruh dan bahasa Inggris menjadi tempat latihan yang nyaman.
Acara peluncuran produk dan konferensi pers berlangsung di Hotel Royal Kuningan, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, pada 09 Juni 2026. Di sana, Fransiska berbicara langsung kepada hadirin tentang visi NGC.
Setelah selesai menulis, Fransiska melakukan uji coba dengan guru kelas. Ia mengatakan, "Jadi reviewer buku itu kita ambil dari guru kelas-guru kelas. Supaya mereka juga melihat dari sisi mereka itu seperti apa,". Hal ini memastikan buku dapat dipahami dan diaplikasikan di kelas.
Menjawab pertanyaan tentang TKA, Fransiska menyebutkan bahwa buku NGC sudah mengacu pada kurikulum dan mencantumkan contoh soal yang menyesuaikan persiapan TKA. Ia menambahkan, "Jadi di dalam buku ini ada assessment di mana soal-soalnya juga kita upayakan, menyesuaikan untuk persiapan TKA-nya,".
NGC menggabungkan bahasa internasional dengan kurikulum lokal, menawarkan pembelajaran holistik dan persiapan ujian. Dengan pendekatan ini, buku bertujuan mempersiapkan siswa untuk tantangan pendidikan masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
