Norwegia Kembali ke Piala Dunia 2026, Grup I Tantang
Gambar atau konten salah?
Norwegia kembali masuk ke Piala Dunia 2026 setelah melewati enam edisi berturut‑turut tidak berpartisipasi. Tim ini ditempatkan di Grup I bersama Prancis, Senegal dan Irak. Di antara pemain kunci, Erling Haaland, Martin Odegaard dan Alexander Sorloth menjadi sorotan utama.
Pelatih Landslaget Stale Solbakken menolak label “kuda hitam” yang sering diharapkan akan melaju jauh. "Kami tidak menganggap diri kami sebagai tim kuda hitam yang bisa melangkah sampai ke final. Kami adalah kuda hitam dalam artian, jika sedang berada di performa terbaik, kami mungkin bisa mengalahkan lawan yang lebih kuat. Namun, jika menyebut kami sebagai kuda hitam untuk keseluruhan turnamen, itu terlalu berlebihan," kata Solbakken seperti dikabarkan oleh situs FIFA.
Solbakken menambahkan bahwa grup ini sangat kompetitif. "Kami berada di grup yang sangat sulit. Jelas, Prancis menjadi favorit utama di grup tersebut, lalu tiga negara lainnya harus saling sikut untuk memperebutkan posisi kedua dan ketiga. Menurut kami persaingan akan sangat ketat, dan mudah-mudahan kami memiliki organisasi tim serta para pemain penentu kemenangan (match-winners) untuk bisa lolos," ia menyatakan.
Perjuangan Norwegia dimulai pada 17 Juni 2026 ketika mereka akan menghadapi Irak di Gillette Stadium. Pertandingan ini menandai debut mereka di Piala Dunia setelah jeda panjang.
Norwegia menolak status “kuda hitam” dan menekankan tantangan grup yang berat. Dengan skuad berbakat, mereka berharap dapat menampilkan performa terbaiknya dan melaju lebih jauh di turnamen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
