Odegaard Dorong Arsenal Juara Dua Trofi Musim 2026 Bersama
Gambar atau konten salah?
Martin Odegaard menuntut Arsenal agar berjuang keras untuk meraih dua trofi di akhir musim ini. Ia sudah lelah mendengar label tim nyaris juara yang terus mengiringi skuadnya. Sebagai kapten, Odegaard tahu betapa menyakitkannya melihat peluang juara Liga Inggris hilang dua kali berturut‑turut, pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Hal paling menyakitkan terjadi pada musim 2022/2023 ketika Arsenal menguasai klasemen lebih dari 200 hari. Namun, dua bulan terakhir kompetisi membuatnya terpeleset, dan trofi akhirnya jatuh ke tangan Manchester City. Fenomena serupa tampak berulang di musim ini. Setelah memimpin klasemen lebih dari 200 hari, Arsenal dilengserkan dua pekan lalu karena kalah di kandang City. Meski kini memuncaki klasemen lagi, Arsenal masih bisa disalip City yang hanya memiliki satu laga simpanan. Predikat “runner‑up” semakin terpatri ketika Arsenal juga kalah dari City di final Carabao Cup.
Tekanan yang menekan para pemain dan manajer Mikel Arteta semakin terasa. Inilah alasan Odegaard meminta rekan‑rekananya tampil bebas di sisa musim, demi mewujudkan mimpi juara Liga Inggris dan Liga Champions. Arsenal akan bertemu Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions pada Kamis, 30 April 2026, dini hari WIB.
“Kami akan selalu dihantui itu (predikat nyaris juara) sampai kami memenanginya. Anda harus menerima itu, kami harus mengalami itu dan menjadikannya sebagai pelajaran, lalu mengambil sisi positifnya. Itu bagian dari sepakbola dan perjalanan hidup,” ujar Odegaard di ESPN.
“Kami harus fokus ke yang ada saat ini. Saat ini, kami lagi tampil bagus sekali. Kami dalam posisi luar biasa di liga dan Liga Champions. Kami harus fokus ke sana: bagaimana tampil sebaik mungkin,” tambahnya.
“Bagaimana mungkin saya tidak menikmati itu? Kami bermain di liga paling sulit dan kompetitif di dunia, bersaing jadi juara Liga Premier League dan semifinalis Liga Champions pula. Semua pemain siap untuk itu, energi di tim ini luar biasa.”
Odegaard menegaskan bahwa setiap kekalahan adalah pelajaran. Ia mengajak seluruh skuad untuk tidak terjebak dalam label “nyaris juara” melainkan memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai motivasi. Dengan semangat itu, Arsenal berusaha menutup musim dengan dua trofi yang selama ini diidam‑idamkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
