OJK Perluas Pembiayaan Rp64,8 Triliun ke UMKM

Wahyu T. · 3 min baca · 54 menit lalu · 17 dibaca
Bisik.id
OJK Perluas Pembiayaan Rp64,8 Triliun ke UMKM

Gambar atau konten salah?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin gencar memperluas akses pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat di berbagai daerah. Caranya lewat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sejumlah program sudah berjalan, menyalurkan modal untuk membantu kegiatan usaha warga.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut saat ini ada 552 TPAKD yang tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Kehadiran TPAKD ini jadi salah satu cara untuk memperluas akses keuangan dan mendukung pemerataan ekonomi.

"Dapat kami laporkan bahwa ini adalah untuk mendukung Asta Cita, terutama dalam hal pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini kita sudah memiliki 552 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia," kata Friderica dalam acara Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.

Salah satu program yang sudah berjalan adalah Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir. Program ini tercatat sudah menyalurkan Rp 64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur. Ada juga Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas yang sudah menyalurkan Rp 5,4 triliun ke lebih dari 103 ribu debitur.

Menurut Friderica, program-program ini berjalan berkat kerja sama antara OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi ini penting agar akses keuangan bisa menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi ekonomi di tiap wilayah.

"Tentu saja ini merupakan hasil kerja sama yang sangat baik antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia dan juga seluruh pemerintah daerah, kabupaten, dan kota di Indonesia. Hasilnya sangat nyata," ujarnya.

Selain memperluas pembiayaan, OJK juga mencatat perkembangan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Pada 2026, tingkat literasi keuangan mencapai 69 persen. Sementara tingkat inklusi keuangan sudah melampaui 93 persen.

Perluasan akses juga menyasar pelajar lewat program Satu Rekening, Satu Pelajar dengan produk Simpanan Pelajar (SimPel). Lewat program ini, pelajar bisa membuka rekening dengan setoran awal mulai Rp5.000.

Program ini jadi salah satu upaya OJK memperluas akses layanan keuangan sejak dini. Selain pelajar, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menjangkau masyarakat yang menjalankan berbagai jenis usaha.

Penyaluran kredit dan pembiayaan selama periode Agustus hingga Oktober 2026 tercatat mencapai Rp 53 triliun. Jumlah ini menjangkau sekitar 2,1 juta penerima manfaat. Mereka berasal dari berbagai kelompok usaha. Mulai dari pengemudi ojek daring yang mengembangkan usaha warung, pedagang makanan dan pakaian, petani kopi, hingga pelaku usaha ikan nila.

Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti pencapaian pembentukan TPAKD yang sudah menjangkau seluruh Indonesia. Menurutnya, pembentukan TPAKD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota adalah pencapaian kelembagaan yang perlu diapresiasi.

"Saya mendapat laporan bahwa pada akhir tahun 2024 TPAKD telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Ini suatu pencapaian kelembagaan yang perlu kita hargai dan kita banggakan," kata Prabowo.

"Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini," ujar Prabowo.

Selain mengapresiasi pembentukan TPAKD, Prabowo juga menekankan perluasan penyaluran kredit bagi masyarakat. Ia menyebut penyaluran pembiayaan sekitar Rp 53 triliun sudah menjangkau kurang lebih dua juta penerima manfaat. Menurutnya, angka ini harus dikembangkan lagi.

"Kredit-kredit untuk rakyat dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat ya, penyaluran kurang lebih Rp 53 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta warga kita," ucapnya.

Presiden Prabowo juga menyatakan keberadaan TPAKD yang sudah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota sebagai capaian program yang penting bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

"Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, ya. Dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat penyaluran kurang lebih Rp 64 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya," ucap Presiden.

Prabowo mengatakan pemerintah juga menargetkan penyaluran Rp 400 triliun kepada petani, nelayan, serta masyarakat di pedesaan, daerah terpencil, daerah tertinggal, dan perkotaan. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 28 juta warga.

"Saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan dan di daerah-daerah terpencil dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan. Nanti sasarannya adalah kurang lebih 28 juta warga," pungkas Prabowo.

TPAKD sudah terbentuk di seluruh Indonesia sejak akhir 2024. Angka penyaluran kredit terus bertambah. Program Kredit Melawan Rentenir jadi yang terbesar, mencapai Rp 64,8 triliun. Pemerintah menargetkan penyaluran Rp 400 triliun ke depan untuk petani, nelayan, dan masyarakat di daerah tertinggal. Targetnya menjangkau 28 juta warga. Literasi keuangan masyarakat juga meningkat, mencapai 69 persen pada 2026.

OJKTPAKDUMKMakses keuanganpembiayaankreditliterasi keuangan

Komentar

Memuat komentar...