SD di Klungkung Cuma Dapat Lima Murid Baru
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Klungkung, Bali, sebuah sekolah dasar negeri hanya mendapatkan lima murid baru dalam proses penerimaan siswa tahun ajaran 2026/2027. SDN 1 Semarapura Klod Kangin menghadapi situasi yang sulit. Kepala sekolah, Nyoman Suardani, mengatakan bahwa jumlah anak di zona sekolah sangat sedikit. Lokasi sekolah yang dekat dengan sekolah favorit juga menjadi alasan mengapa pendaftar minim.
"Memang tahun ini anak yang masuk SD di lingkungan sekitar sekolah kami sedikit. Selain itu, ada juga yang ke sekolah lain, termasuk jumlah siswa baru yang berlebih di sekolah lain. Ini yang sudah coba kami diskusikan dengan dinas pendidikan," kata Suardani pada Senin, 6 Juli 2027.
Kondisi ini bukan hal baru. Tahun lalu, SDN 1 Semarapura Klod Kangin hanya menerima sembilan siswa baru. Sekolah ini sudah lama tidak kebanjiran pendaftar. Suardani pun meminta bantuan khusus kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung. Ia berharap dinas bisa mengatur ulang proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurut Suardani, sekolah yang kebanjiran siswa seharusnya bisa menolak pendaftar. Dengan begitu, sekolah yang kekurangan siswa seperti SDN 1 Semarapura Klod Kangin bisa mendapatkan bagian. "Kalau bisa sekolah yang kelebihan peminat bisa menolak biar sekolah yang minim seperti saya ini bisa kebagian juga. Hal ini sudah coba saya sampaikan langsung ke pak kabid," ujarnya.
Suardani berharap ada tambahan murid baru dari sekolah favorit yang kelebihan pendaftar. Ia menyebut tiga SDN yang selalu kebanjiran pendaftar setiap tahun: SDN 1 Semarapura Kangin, SDN 1 Semarapura Tengah, dan SDN 1 Kamasan. Lokasi SDN 1 Semarapura Klod Kangin yang berdekatan dengan sekolah-sekolah favorit itu menjadi salah satu penyebab utama minimnya peminat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Klungkung, Wayan Sarjana, mengakui adanya ketimpangan jumlah siswa pada SPMB tahun ini. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu sudah sesuai aturan dan kondisi jumlah siswa di zona masing-masing. Sarjana tidak menampik ada kelebihan pendaftar di sekolah tertentu. Disdikpora Klungkung akan mencoba mengurai permasalahan tersebut.
"Besok kami akan ada pembahasan khusus mengenai hal ini, tetapi memang kondisinya memang begitu di masing-masing zonasi," jelas Sarjana.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem zonasi yang diterapkan belum sepenuhnya merata. Sekolah yang berada di zona dengan sedikit anak usia sekolah akan terus kesulitan. Sementara itu, sekolah favorit di zona padat penduduk akan terus kebanjiran pendaftar. Disdikpora Klungkung perlu mencari solusi agar tidak ada sekolah yang kekurangan siswa secara terus-menerus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Badung Cetak Surplus Rp 806,5 Miliar, Balikkan Prediksi Defisit
Manohara Pilih Hidup Minimalis Sejak Lama
Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Khamenei di Teheran
Mahasiswa dan Walhi Gelar Teatrikal Protes Harga Mahal di Denpasar
Ayat Badar Menggema di Depan Peti Khamenei
Pemerintah Ancam Sanksi Berat Produsen Minyakita Berbau Solar
Berita Terbaru
SD di Klungkung Cuma Dapat Lima Murid Baru
Tekanan Mental Hak Asuh Anak, Kesehatan Ruben Onsu Menurun
Truk Pertamina Terbakar di Cianjur, Warga Berhamburan
Muazin Tewas Saat Azan Jumat di Pandeglang
7-Eleven Gugat Nike Soal Warna Sepatu
Cedera Henderson, Euforia Kemenangan Inggris Pupus
Brace Bellingham Bawa Inggris Kalahkan Meksiko 3-2
Mahasiswa Oxford Pamer Deretan Prestasi Akademik