1.755 Calon Siswa Gagal di SPMB Domisili Denpasar
Gambar atau konten salah?
Sebanyak 1.755 calon siswa gagal dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Denpasar. Mereka kini harus mencari alternatif dengan mendaftar ke sekolah swasta di kota yang sama.
Ketua Panitia SPMB Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ngakan Made Samudra, mengungkapkan bahwa dari total pendaftar, hanya sebagian yang berhasil. "Jumlah pendaftaran jalur domisili sebanyak 5.265 orang, yang tidak lolos ada 1.755 siswa," jelasnya pada Senin, 06 Juli 2026.
Ngakan menjelaskan, kegagalan ini bukan semata-mata karena persaingan ketat. Banyak calon siswa justru tersandung masalah administrasi. Beberapa di antaranya salah mengunggah dokumen, menggunakan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan di luar Kota Denpasar, atau bahkan menyerahkan surat keterangan penduduk nonpermanen sebagai pengganti KK. Dokumen yang tidak sesuai ketentuan ini langsung menggugurkan pendaftaran.
Bagi mereka yang tidak diterima di SMP negeri dan memilih melanjutkan ke sekolah swasta, Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan bantuan berupa subsidi uang pangkal. Bantuan ini hanya untuk siswa yang berdomisili di Denpasar dan memenuhi syarat tertentu.
Ida Bagus Suryadana, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, menjelaskan bahwa salah satu syarat utama penerima bantuan adalah pernah mengikuti SPMB SMP negeri di Denpasar, tetapi tidak lolos seleksi. Anggaran subsidi ini diambil dari APBD Perubahan 2026. "Besarnya Rp 1,5 juta per siswa, sama seperti tahun lalu," katanya.
Uang subsidi tidak diberikan langsung ke siswa. Sebaliknya, dana tersebut dikirim langsung ke sekolah swasta yang dipilih oleh siswa-siswi di Kota Denpasar. Mekanisme ini memastikan bantuan tepat sasaran.
Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menambahkan bahwa pencairan subsidi baru dilakukan setelah tahun ajaran baru dimulai. Tujuannya untuk memverifikasi data penerima bantuan agar tidak ada kesalahan. "Hanya untuk yang tidak diterima di negeri. Sekolah swasta akan mendata siswa yang menerima bantuan dan mengusulkan dengan melampirkan kartu keluarga (KK) dan print out Bukti pendaftaran terverifikasi, tapi tidak lolos," ujarnya.
Bantuan subsidi uang pangkal ini sebesar Rp 1,5 juta per siswa, sama seperti tahun sebelumnya. Anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026. Uang subsidi akan langsung dikirim ke rekening sekolah swasta yang dipilih siswa.
Dari total 5.265 pendaftar jalur domisili, sebanyak 3.510 calon siswa dinyatakan lolos dan telah melanjutkan proses daftar ulang di sekolah tujuan. Artinya, sekitar 33 persen pendaftar harus mencari opsi lain.
Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, berharap bantuan subsidi ini bisa meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa yang terpaksa melanjutkan ke SMP swasta. Pencairan baru dilakukan setelah tahun ajaran baru dimulai, untuk memastikan data penerima benar-benar valid. Sekolah swasta akan mendata siswa yang memenuhi syarat dan mengusulkannya dengan melampirkan KK serta bukti pendaftaran terverifikasi yang menunjukkan mereka tidak lolos.
Bantuan subsidi uang pangkal sebesar Rp 1,5 juta per siswa ini sama seperti tahun lalu. Pemerintah Kota Denpasar berharap langkah ini bisa membantu meringankan beban orang tua yang anaknya harus pindah ke sekolah swasta setelah gagal masuk negeri.
Dari data yang ada, persaingan di jalur domisili cukup ketat. Selain kalah bersaing, banyak peserta juga gagal karena masalah administrasi seperti kesalahan unggah dokumen atau menggunakan KK dari luar kota. Faktor-faktor ini menjadi penyebab utama tingginya angka penolakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lansia di Gianyar Tewas Jatuh ke Sungai Saat Cari Kelapa
Lee Jong-suk Posting Foto Liburan di Bali
DPRD Dorong Evaluasi SPMB, Siswa Berprestasi Jadi Prioritas
SD di Klungkung Cuma Dapat Lima Murid Baru
Badung Cetak Surplus Rp 806,5 Miliar, Balikkan Prediksi Defisit
Manohara Pilih Hidup Minimalis Sejak Lama
Berita Terbaru
1.755 Calon Siswa Gagal di SPMB Domisili Denpasar
Cuaca Sumut Sepekan: Panas Siang, Hujan Deras Malam
Diskresi Bahlil ke IAS Bukan Jaminan Menang di Musda Golkar
Kopdes Bandung Barat Dibangun di Lokasi Tak Biasa
Kolam Retensi Gedebage Kering, Warga Minta Dikeruk
Camat Boyolali Dilaporkan Kirim Video Porno ke Mantan Karyawati
Duel Sengit Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia
Kemenkes Hentikan Program Dokter Spesialis Usai Dugaan Perundungan
4 Sikap Food Influencer yang Paling Dikeluhkan
