Paspoortgate: Pemain Indonesia Kembali Bermain di Eredivisie

Agus P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Paspoortgate: Pemain Indonesia Kembali Bermain di Eredivisie

Gambar atau konten salah?

Paspoortgate adalah istilah yang digunakan untuk rangkaian kasus terkait paspor yang baru-baru ini menimpa banyak pemain diaspora Indonesia di Eredivisie. Kasus ini dimulai ketika NAC Breda melaporkan Dean James, pemain Go Ahead Eagles, karena dianggap belum memenuhi syarat administrasi untuk dimainkan. Dean James telah mengubah kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia, sehingga ia kini masuk kategori pemain non‑Eropa. Status ini memerlukan izin kerja baru dan penyesuaian gaji agar sesuai standar pemain non‑Eropa. NAC Breda menyatakan bahwa masalah tersebut belum selesai diproses oleh klub atau pemain.

Kasus ini dibawa ke Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB), federasi sepakbola Belanda, yang menerima aduan dan menuntut pertandingan ulang. KNVB memutuskan tidak mengulang pertandingan, namun tetap melanjutkan penyelidikan. Selama penyelidikan, Dean James tidak boleh berlatih di klubnya, dan pemain diaspora Indonesia lainnya pun terpaksa “diparkir” oleh klub masing‑masing. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi sejumlah pemain yang statusnya sedang dipertanyakan.

Setelah investigasi menyeluruh, KNVB menyimpulkan bahwa para pemain tidak bersalah dan diizinkan kembali berlatih serta bermain. Go Ahead Eagles menyambut keputusan tersebut dengan lega, meski klub masih harus menyelesaikan administrasi lain dalam waktu tiga pekan. Dalam pernyataan kepada De Telegraaf, CEO klub, Jan Willem van Dop, mengatakan: “Kami senang bahwa jaksa telah menyimpulkan bahwa kami tidak melakukan kesalahan yang disengaja dan bahwa kami tidak dapat dimintai pertanggungjawaban,”.

Selain Dean James, pemain diaspora lain seperti Tim Geypens dan Nathan Tjoe-A-On juga dapat kembali bermain setelah Paspoortgate selesai. Satu-satunya pemain yang masih belum jelas statusnya adalah Justin Hubner. Klubnya, Fortuna Sittard, belum mengumumkan ketersediaannya secara publik.

Asosiasi Sepakbola Indonesia, PSSI, menegaskan kesediaannya membantu para pemain diaspora yang terseret kasus ini. Dalam rilis, Sumardji, kepala tim nasional, menyatakan: “Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,”. Ia menekankan bahwa Paspoortgate hanyalah masalah administratif di Belanda, bukan masalah hukum di Indonesia.

Kasus Paspoortgate menyoroti kompleksitas yang muncul ketika pemain mengubah kewarganegaraan dan implikasinya terhadap kelayakan di liga. Kasus ini juga menunjukkan seberapa cepat masalah dapat menyebar ke berbagai klub dan asosiasi nasional. Penyelesaian, meski menghapus tuduhan, masih menuntut pemain menyelesaikan tugas administratif sebelum dapat sepenuhnya kembali berkarir.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pemain dan klub harus menavigasi persyaratan administratif liga asing dengan hati‑hati, terutama ketika perubahan kewarganegaraan terlibat. Keterlibatan KNVB dan dukungan PSSI menunjukkan bahwa badan nasional dan internasional dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah semacam ini. Hasilnya, para pemain dibebaskan dan dapat kembali berlatih, menegaskan pentingnya komunikasi yang jelas dan investigasi menyeluruh dalam menyelesaikan perselisihan administratif.

PaspoortgateDean JamesKNVBPSSIpemain diaspora IndonesiakewarganegaraanEredivisie

Komentar

Memuat komentar...