Pelatih Timnas U-17 Larang Media Sosial di AFF 2026
Gambar atau konten salah?
Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Timnas Indonesia U-17, menegaskan bahwa selama kejuaraan AFF U-17 2026, para pemain tidak boleh mengakses media sosial. Ia menekankan tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga fokus dan kondisi mental tim sebelum.
“Di aturan kami selama Training Camp (TC), penggunaan handphone dibatasi hanya 2-3 jam sehari,” kata Kurniawan saat sesi latihan. Ia menjelaskan bahwa batasan ini sudah diterapkan sejak awal pemusatan latihan.
Namun, ketika kejuaraan seperti AFF atau AFC berlangsung, kebijakan menjadi lebih ketat. “Khusus di kejuaraan, kami melarang pemain untuk membuka media sosial apa pun,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa larangan ini merupakan bentuk pengorbanan bagi pemain agar tetap konsentrasi penuh.
Menurutnya, faktor mentalitas menjadi aspek penting yang tidak bisa sepenuhnya dikontrol. “Karena kami tidak bisa sepenuhnya mengontrol mentalitas atau pikiran pemain, jadi kami antisipasi dengan membatasi hal-hal yang bisa mengganggu fokus,” jelas Kurniawan.
Aturan ini tidak hanya berlaku untuk pemain. “Ini tidak hanya untuk pemain, tapi juga seluruh staf. Kami ingin semua yang ada di tim benar-benar fokus untuk kejuaraan,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan Timnas Indonesia U-17 dapat menjaga konsentrasi dan tampil maksimal sepanjang ajang AFF U-17. Keputusan ini mencerminkan upaya pelatih untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi performa terbaik.
Keputusan ini menegaskan pentingnya disiplin digital dalam persiapan turnamen, menyoroti fokus sebagai kunci kesuksesan tim di panggung internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
