Pelatihan Data Cleaning NF Academy 23–24 Juni 2026
Gambar atau konten salah?
Data yang sudah dikumpulkan seringkali tampak rapi di layar, namun ketika diminta untuk dianalisis justru menimbulkan kebingungan. Sel kosong, angka yang tidak masuk akal, atau kolom yang posisinya tidak sesuai menjadi hal yang cukup umum. Masalah-masalah tersebut dapat memaksa analis untuk menunda pekerjaan atau bahkan menghasilkan kesalahan perhitungan.
Berikut adalah lima masalah data yang paling sering ditemui:
- Missing value atau sel kosong yang membuat kalkulasi menjadi error.
- Header bertumpuk yang tidak terbaca oleh tools analisis.
- Format penulisan yang tidak seragam, misalnya nama kota ditulis “jakarta”, “Jakarta”, dan “JAKARTA” dalam satu kolom yang sama.
- Posisi kolom dan baris yang perlu ditukar.
- Data yang butuh proses transformasi sebelum bisa diolah lebih lanjut.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, NF Academy menawarkan kelas “Persiapan dan Perapihan Data (Data Cleaning)”. Dalam kelas ini, peserta akan belajar menggunakan dua aplikasi yang ramah pemula, tanpa perlu menghafal rumus apa pun. Setelah menyelesaikan kelas, peserta dapat menentukan sendiri tools mana yang paling tepat untuk setiap jenis masalah data yang mereka hadapi.
Kelas online ini berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 dan Rabu, 24 Juni 2026. Peserta diharapkan mendaftar sebelum kuota habis. Dengan mengikuti pelatihan ini, Anda dapat mengubah data yang berantakan menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
