Pemain Timnas Indonesia Tertangkap Masalah Kewarganegaraan

Dwi H. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Pemain Timnas Indonesia Tertangkap Masalah Kewarganegaraan

Gambar atau konten salah?

Masalah kewarganegaraan menjadi sorotan bagi pemain Timnas Indonesia yang bermain di Belanda. Salah satu nama yang sering disebut adalah Fardy Bachdim, saudara dari Irfan Bachdim.

Selain Fardy, pemain lain seperti Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe‑A‑On dan Tim Geypens juga terjebak dalam isu ini. Mereka tidak dapat berlatih atau dimainkan karena masalah administratif yang berkaitan dengan status kewarganegaraan.

Media Belanda AD membuat laporan panjang tentang paspoortgate di Belanda. Sorotan utamanya adalah banyaknya pemain Belanda yang memutuskan menjadi warga negara Indonesia. Laporan tersebut mencatat Fardy Bachdim sebagai sosok yang sering muncul dalam proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia.

Fardy dikatakan memiliki jaringan besar di Belanda dan Indonesia. Ia sering terlibat dalam proses naturalisasi, termasuk Dean James dan Joey Pelupessy. Ia juga terlihat “lobi” pemain, misalnya saat berada di stadion menonton Jay Idzes dalam pertandingan Venezia vs Como dua tahun lalu.

Selain itu, Fardy sering muncul di hotel dan kedutaan besar Indonesia di berbagai negara. Di Belgia, ia hadir di tempat naturalisasi Eliano Reijnders dan Mees Hilgers yang akhirnya berhasil.

Menurut AD, pemain yang memilih menjadi warga negara Indonesia seringkali tidak memperhatikan konsekuensi dari keputusan mereka. “Gambaran keseluruhannya jelas. Mimpi sepakbola dijual kepada para pemain. Dan justru itulah, menurut pihak yang terlibat mengatakan, membuat sebagian besar pemain kurang memperhatikan konsekuensi atas pilihannya. Mereka cuma memikirkan peningkatan prestasi olahraga, tidak untuk paspor, izin kerja, visa tinggal dan masalah hukum lainnya,” tulis AD.

AD juga memberi contoh perbedaan pendampingan proses kepindahan warga negara Maarten Paes, kiper Ajax. Paes mendapat bantuan dari kantor manajemennya, SEG (Sport Entertainment Group), sebelum memutuskan menjadi pemain Timnas Indonesia.

Selanjutnya, AD mempertanyakan langkah yang diambil Fardy. “Apakah Bachdim memang tidak mengetahui aturan migrasi yang ketat, atau justru sengaja mengabaikannya terhadap para pemain yang bersamanya, tidak jelas. Bachdim beberapa kali diminta memberikan tanggapan substantif. Apa yang sebenarnya ia lakukan, ia tidak mau jelaskan lebih jauh. Ia ‘tidak tertarik’ dan seperti disebutkan sebelumnya ‘tidak berperan’,” tulis AD.

Ketika ditanya bagaimana kehadirannya pada foto‑foto dengan pemain, seperti di kedutaan di Roma dan Brussel, ia menjawab: “Sebagai penggemar.”

Hingga kini, pemain seperti Dean James hingga Hubner masih diparkir klub masing-masing. Mereka diminta segera mengurus persyaratan kerja baru di Eredivisie, mengingat sudah bukan berstatus warga negara Belanda lagi.

Kasus ini bermula saat NAC Breda melaporkan Dean James, pemain Indonesia yang membela Go Ahead Eagles. James dianggap tidak layak dimainkan Eagles karena sudah pindah warga negara dari Belanda ke Indonesia. Syarat administrasi James dipermasalahkan NAC Breda, yang kalah 0‑6 di laga tersebut. Pemain berusia 25 tahun itu dianggap butuh izin kerja baru hingga gaji yang sesuai standar pemain Non‑Eropa, yang belum diurus klub atau si pemain sendiri.

NAC Breda kemudian mengadu ke KNVB, dan menuntut laga diulang. KNVB merespons dengan menerima aduan itu. Meski takkan mengulang pertandingan, penyelidikan soal Dean James berlanjut dan kini dampaknya makin melebar.

Dean James dan pemain diaspora Indonesia lainnya diparkir klub masing-masing. Mereka bahkan tak boleh berlatih sementara di klub. Sedianya tak cuma pemain Timnas Indonesia yang dipermasalahkan. Pemain dari Cape Verde, Suriname, dan Curacao menghadapi situasi yang sama.

Masalah ini menyoroti betapa kompleksnya proses naturalisasi pemain di tingkat internasional. Kepentingan klub, pemain, dan federasi harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan konflik administratif yang memengaruhi karier dan prestasi mereka.

kewarganegaraanpaspoortgateproses naturalisasiFardy BachdimDean JamesKNVBEredivisie

Komentar

Memuat komentar...