Pembeli QRIS Dibentak Penjual Ayam Gunting
Gambar atau konten salah?
Seorang pembeli di Malaysia mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat membeli ayam gunting. Ia datang ke sebuah gerai, memesan, lalu memilih membayar dengan QRIS. Setelah mesin mengeluarkan bunyi tanda pembayaran berhasil, ia berniat menunjukkan bukti transaksi di ponselnya kepada penjual. Tapi sebelum sempat melakukannya, penjual justru melontarkan kata-kata kasar.
"Mesinnya sudah berbunyi kalau pembayaran diterima. Tuli ya?" kata penjual itu, seperti yang diceritakan kembali oleh wanita tersebut di media sosial Threads. Kejadian ini dikutip dari laporan mStar Online pada 6 Juli 2025.
Wanita itu merasa tersinggung. Ia langsung membalas. "Kalau kamu tidak punya sopan santun, jangan berdagang. Nanti malah bikin usahamu bangkrut," ujarnya kepada penjual.
Setelah mengambil pesanan dan berjalan pergi, ia masih mendengar penjual berbicara dengan rekan kerjanya. Penjual kembali melontarkan komentar yang membuatnya semakin kesal. "Temannya bertanya apa yang terjadi, lalu dia menjawab, 'Entah dia yang tuli, malah marah-marah.' Telingaku langsung panas mendengarnya," ungkap wanita itu.
Ia mengaku sangat kecewa. Menurutnya, keramahan adalah hal penting dalam bisnis kuliner. Rasa makanan yang biasa saja masih bisa ditoleransi, asalkan pelayanannya baik. "Kadang makanannya tidak terlalu enak pun orang tetap beli kalau penjualnya ramah. Tapi kalau sudah bersikap kasar, sekali itu saja orang datang. Lebih baik sederhana tapi tetap punya adab," tuturnya.
Kisah ini viral di media sosial. Banyak netizen yang berkomentar. Sebagian mengaku pernah mengalami hal serupa saat membeli makanan. Mereka menilai pelayanan yang tidak ramah bisa membuat pelanggan kapok dan merugikan usaha. "Kalau melayani pembeli dengan kasar, pelanggan pasti tidak mau kembali," tulis seorang netizen. "Males banget kalau beli makanan di penjual yang ketus kayak gitu, padahal kita cuma nanya santai kadang mereka suka emosian," tulis netizen lainnya.
Kejadian ini menunjukkan bahwa interaksi antara penjual dan pembeli sangat memengaruhi keputusan pelanggan untuk kembali. Dalam bisnis kecil seperti jajanan kaki lima, sikap ramah seringkali lebih diingat daripada rasa makanan itu sendiri. Pengalaman buruk seperti ini bisa menyebar cepat di media sosial dan berdampak langsung pada reputasi usaha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo 7.7: Kelas Kopi Mont Blanc Rp100 Ribu
Daftar Mie Instan Terbaik Dunia 2026, Indomie Nomor 2
Petani Bagikan 56 Ton Nektarin Gratis Akibat Sengketa
5 Tempat Makan Legendaris di Rawamangun, dari Bakmi ke Iga
7 Jenis Garam Termahal Dunia, Ada yang Rp27 Juta per Kg
Resep Ayam Suwir Kemangi Tahan Lama
Berita Terbaru
Pembeli QRIS Dibentak Penjual Ayam Gunting
Honda WN7 Mulai Dikirim ke Eropa, Harga Lebih Murah dari Harley
Martinez Dihujat Gagal Bawa Portugal, Ronaldo Dikritik
Warga Lampung Timur Tutup Jalan Berlubang Pakai Cangkang Kerang
Utang Pinjol Tembus Rp 103 Triliun per Mei 2026
Dua SD di Karangasem Nihil Siswa Baru
Potongan Ojol 8% Berlaku, Aturan Baru Mulai 1 Juli