Pemkab Bogor Hidupkan Lagi Wacana Kereta Gantung Puncak
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menghidupkan wacana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan jalur kereta gantung ini akan menghubungkan kawasan Summarecon dengan Rest Area Gunung Mas, yang berada di Jalur Wisata Puncak.
Menurut Rudy, proyek ini akan dibiayai oleh investor swasta. Tidak ada uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang akan digunakan. Pasalnya, nilai investasi yang dibutuhkan sangat besar, mencapai triliunan rupiah. Saat ini, proyek masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study. Di waktu yang sama, pemerintah daerah juga mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor.
"Ada konsep kereta gantung, lalu ada konsep KRL, dan lain sebagainya. Tetapi kita harus bicara objektif bahwa itu butuh pembiayaan yang cukup besar," kata Rudy pada Selasa, 07 Juli 2026.
Rudy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membebani APBD untuk proyek ini. "Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan itu kepada APBD. Karena kalau dengan APBD, biayanya butuh triliunan rupiah. Kami ingin swasta," ujarnya.
Konsep jalur kereta gantung sudah mulai dirancang. Shelter bawah akan dibangun di kawasan Summarecon, Kecamatan Sukaraja. Tempat ini akan berfungsi sebagai lokasi park and ride. Dari sana, wisatawan akan diangkut menggunakan kereta gantung menuju shelter atas yang berada di Rest Area Gunung Mas.
"Konsep sebenarnya sudah ada. Shelter bawahnya dari mulai sebelum Gadog, yaitu Summarecon. Summarecon kita punya lahan di situ untuk park and ride-nya, lalu titik akhirnya rest area," jelas Rudy.
Proyek kereta gantung ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan Puncak. Selama ini, lalu lintas di jalur wisata tersebut sangat bergantung pada jalan raya. Akibatnya, kemacetan panjang sering terjadi, terutama saat liburan panjang. Sejak tahun 1986, cara yang digunakan untuk mengurai kemacetan hanyalah sistem satu arah atau one way.
Selain kereta gantung, Pemkab Bogor juga memiliki rencana lain. Mereka telah menetapkan tujuh simpang prioritas yang akan ditata ulang. Simpang-simpang itu adalah Simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Megamendung-Cipayung, Hankam, Pasar Cisarua, dan kawasan Taman Safari. Simpang-simpang ini selama ini dikenal sebagai titik-titik kemacetan utama.
Pemkab Bogor juga pernah mengungkapkan rencana pembangunan sistem transportasi lain yang lebih modern, yaitu Suspended String Light Rail Transport (SSLRT). Berbeda dengan kereta gantung biasa yang menggunakan kabel, SSLRT adalah sistem kereta layang. Kendaraannya berupa kendaraan listrik otonom yang melaju di atas rel baja yang tegang. Kecepatannya bisa mencapai 150 km per jam. Teknologi ini diklaim hemat energi, ramah lingkungan, dan memiliki tingkat keamanan tinggi.
Untuk SSLRT, Pemkab Bogor sudah menyusun konsep pembangunan enam stasiun pemberhentian. Rutenya akan menghubungkan Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass, yang berada di perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga memiliki rencana sendiri. Mereka tengah merencanakan pembangunan tol Puncak yang akan menghubungkan Bogor, Cianjur, dan Sukabumi (Bocimi). Selain itu, mereka juga menyiapkan angkutan umum dan angkutan wisata khusus untuk para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Puncak Bogor.
Rencana kereta gantung ini sebenarnya sudah lama digagas sebagai salah satu cara untuk memecah kemacetan di Puncak. Namun, baru sekarang pemerintah daerah kembali membahasnya secara serius dengan melibatkan pihak swasta. Jika terealisasi, kereta gantung ini akan menjadi moda transportasi alternatif yang mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi di jalur Puncak yang padat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Fadli Zon: Ziarah Gunung Kawi Tradisi Lama
Vietnam Pangkas Bebas Visa WNI Jadi 14 Hari Mulai 2026
44.000 Wisatawan Ditolak Masuk UE oleh Sistem Baru
Australia Peringatkan Warganya Soal Aturan Konten di Bali
Pedagang Minta Shuttle Gratis Sebelum Malioboro Bebas Mobil
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Bikin Netizen Murka
Berita Terbaru
Pemkab Bogor Hidupkan Lagi Wacana Kereta Gantung Puncak
Anak di Bawah 17 Tahun Daftar Nomor Ponsel Pakai Wajah Orang Tua
Modi Janji Obat Murah dan Gandum untuk RI
PAD Denpasar Tembus Rp 2,2 Triliun, Infrastruktur 2026 Dikebut
Pompong Tenggelam di Siak, 1 Tewas 3 Hilang
Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Dimulai 13 Juli
Enam Tim Pasti, Dua Tiket Sisa Perempat Final Piala Dunia
