Pengambilan Api Dharma Waisak di Mrapen, Grobogan 29 Mei 2026

Maya K. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Pengambilan Api Dharma Waisak di Mrapen, Grobogan 29 Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Api Dharma Waisak akan diambil dari Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada 29 Mei 2026. Para pengunjung dan peserta sudah berada di lokasi sejak pagi, menunggu proses pengambilan.

Di halaman kawasan wisata Mrapen, setidaknya tiga bus dan belasan kendaraan pribadi terparkir pada pukul 09.30 WIB. Beberapa kendaraan lain diparkir di luar, termasuk di SPBU dekat area. Saat ini, prosesi pengambilan belum dimulai. Peserta yang sudah tiba memanfaatkan waktu ini untuk berfoto di titik Api Abadi Mrapen.

Menurut Annas Rofiqi, Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, rencana pengambilan Api Dharma Waisak akan berlangsung siang hari. Ia menyatakan, “(Rencana pengambilan api) sebelum (waktu) jumatan.”

Seorang peserta dari Majelis Buddha Mahayana Indonesia, Mario (37 tahun), datang bersama keluarganya. Ia berkata, “Datang sama keluarga, empat orang. Ini rombongan dari Tangerang, tiga bus besar. Diparkir di SPBU busnya.”

Mario mengaku ini pertama kalinya ia mengikuti pengambilan Api Dharma Waisak di Mrapen. Ia terkesan dengan kawasan wisata tersebut. Ia mengungkapkan, “Baru pertama, menarik juga sih, selain ikut pengambilan Api Dharma Waisak, jadi ini sesuatu yang belum kita tahu, oh ternyata ada Api Abadi Mrapen.”

Ia menambahkan bahwa lokasi ini menjadi tujuan pertamanya. Rencananya, ia beserta rombongan akan berangkat ke Candi Borobudur untuk mengikuti prosesi Waisak besok.

Dengan suasana yang tenang, para peserta menunggu sinyal untuk memulai prosesi. Keberadaan Api Abadi Mrapen menjadi titik penting bagi para peziarah yang ingin menyaksikan tradisi pengambilan Api Dharma Waisak. Seiring waktu, proses akan dimulai sesuai jadwal, menandai momen spiritual bagi semua yang hadir.

Api Dharma WaisakApi Abadi MrapenMrapenMajelis Buddha Mahayana IndonesiaProsesi WaisakCandi BorobudurSPBU

Komentar

Memuat komentar...