Pengembang Game Horor: Paranormal Activity Batal Dirilis
Gambar atau konten salah?
Jakarta – kabar menyedihkan datang untuk para pecinta game horor. Salah satu judul yang dinantikan, Paranormal Activity: Threshold, resmi batal dirilis. Pihak pengembang, Brian Clarke, mengaku bahwa Paramount Pictures sebagai mitra produksi dan distribusi utama waralaba film horor tersebut, tidak memberikan perpanjangan waktu pengembangan game‑nya.
Dari situ, ia mengakui dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama, mempercepat proses pembuatan Paranormal Activity: Threshold dan merilisnya dengan kualitas di bawah standar. Kedua, mengambil keputusan untuk melepas pengerjaannya dan berpisah dari game tersebut.
“Saya memilih yang terakhir. Dengan bangga, DreadXP selalu mendukung saya di setiap langkah dan kami berpisah dengan Paramount secara baik‑baik. Merupakan suatu kehormatan bahkan untuk dipertimbangkan mengerjakan sebuah IP yang sangat saya cintai,” kata Clarke, bunyi pernyataan resminya, Sabtu (9/5/2026).
Game ini pertama kali diumumkan pada 2024. Penggarapan Paranormal Activity: Threshold dilakukan oleh Clarke dari Darkstone Digital, seorang kreator indie dibalik game horor supernatural yang sebelumnya cukup sukses, yakni The Mortuary Assistant.
Konsep Paranormal Activity: Threshold direncanakan menawarkan pengalaman found footage, mengikuti pasangan yang pindah ke rumah berhantu. Tadinya, untuk urusan penerbitan, Clarke akan menyerahkannya kepada DreadXP.
Sayangnya, kini game ini resmi telah berakhir. Alasan pembatalan membuat sejumlah penggemar game horor terkejut. Reaksi awal gamer menunjukkan kekecewaan, terutama di kalangan penggemar The Mortuary Assistant. Salah satu dari mereka menanggapi bahwa kejadian ini menjadi alasan mengapa lebih menyukai developer indie daripada AAA.
Kurangnya dukungan pengembangan yang berkelanjutan dari Paramount menuai beberapa reaksi negatif. Namun komentar lanjutan dari Clarke tetap optimis dan memberikan harapan kepada penggemarnya.
“Jadi bab ini berakhir untukku, tapi aku tidak akan pergi ke mana pun. Aku mungkin butuh liburan singkat, tapi aku bersemangat dan tak sabar untuk kembali ke sudut hororku yang dengan murah hati kalian izinkan untuk kutempati. Selanjutnya, saya akan menuju kuburan berikutnya untuk menemukan kengerian apa yang mungkin saya temukan,” pungkasnya. (hps/fay)
Penghentian proyek ini menyoroti tantangan yang dihadapi pengembang indie ketika berkolaborasi dengan studio besar. Ketidaksesuaian antara visi kreatif dan ekspektasi komersial dapat memaksa keputusan sulit, bahkan mengakibatkan pembatalan seluruh pengembangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas PUBG Indonesia Lolos ke ENC 2026
Team Falcons ID di Ujung Tanduk di MWI 2026
Pengembang Game Keluhkan 55.000 Pengembalian Dana di Steam
Game Sepak Bola 4v4 dari Karakter Free Fire Hadir di Android
3 Tim Indonesia Berlaga di EWC 2026 Free Fire Hari Ini
Grand Theft Auto PS2 Masih Populer hingga Kini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
