Pentingnya Kemahiran Bahasa Inggris untuk Pencari Kerja di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Hasil survei terbaru mengenai kemampuan bahasa Inggris menunjukkan bahwa banyak pemberi kerja kini lebih memperhatikan skor bahasa Inggris mahasiswa saat proses rekrutmen. Sekitar 89% pemberi kerja mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan skor dari tes bahasa Inggris yang dilakukan di kampus, karena dinilai efektif untuk menilai kemampuan calon pekerja.
Survei ini melibatkan 1.325 responden yang merupakan pengambil keputusan di bidang sumber daya manusia dari 17 negara, termasuk Indonesia, Brasil, dan Jerman. Hasilnya menunjukkan bahwa 91% pemberi kerja mengutamakan lulusan yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik saat merekrut. Selain itu, 30% dari mereka percaya bahwa perusahaan menggunakan nilai bahasa Inggris dari transkrip akademik sebagai bahan pertimbangan dalam rekrutmen.
Dalam survei ini, lebih dari 50% responden memprediksi bahwa tes bahasa Inggris akan menjadi alat screening yang penting dalam 5 tahun ke depan. Sebanyak 79% pemberi kerja juga memperkirakan bahwa mahasiswa akan diwajibkan lulus tes bahasa Inggris untuk menyelesaikan pendidikan mereka.
Janet Garcia, Presiden ETS, menjelaskan bahwa tren ini terlihat di negara-negara Asia Tenggara dan Korea Selatan. Meskipun tidak semua mahasiswa memilih untuk mengikuti tes TOEIC, tes ini dianggap penting untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks dunia kerja.
Dalam laporan tersebut, 92% pemberi kerja menilai bahwa kemampuan bahasa Inggris semakin penting dibandingkan lima tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan perusahaan untuk bersaing di pasar global. Sekitar 81% responden menganggap bahwa menguasai bahasa Inggris menjadi kunci untuk menonjol dalam pencarian pekerjaan.
Perusahaan saat ini mengalokasikan lebih dari USD 50.000 atau sekitar Rp 847 juta untuk pendidikan bahasa Inggris pekerjanya. Kecenderungan ini terutama terlihat di industri kesehatan, di mana 30% dari mereka menginvestasikan lebih dari USD 500.000 per tahun.
Di sisi lain, beberapa pemerintah di berbagai negara berencana untuk menerapkan syarat kemampuan bahasa Inggris pada jenjang menengah, diharapkan ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat secara keseluruhan. Sebanyak 83% pemberi kerja yang beroperasi di daerah dengan kebijakan ini merasa puas dengan kemampuan karyawan mereka, yang membantu dalam membangun kemitraan bisnis baru.
Secara keseluruhan, pentingnya kemampuan bahasa Inggris dalam dunia kerja semakin meningkat. Pemberi kerja mengharapkan calon pekerja memiliki keterampilan bahasa yang baik untuk bersaing di pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
