Persebaya dan Persis Solo Seri 0‑0, Fokus Kesehatan Pemain
Gambar atau konten salah?
Sabtu (09 Mei 2026), di Stadion Manahan, Solo, Persebaya Surabaya menghadapi Persis Solo. Pertandingan berakhir 0-0, menandai hasil seri yang tidak memberi kemenangan bagi kedua tim.
Tempo tinggi membuat banyak pemain Bajul Ijo merasakan kelelahan fisik setelah laga. Dua pemain yang menjadi fokus tim medis adalah Koko Ari Araya dan Malik Risaldi.
Di babak kedua, Koko Ari Araya, berusia 26 tahun, mengalami kram. Pada menit ke-60, ia ditarik keluar dan digantikan oleh Dimas Wicaksono Putra Rahman.
Malik Risaldi, seorang winger, hanya bermain di babak pertama. Ia digantikan oleh Mikael Tata saat jeda pertandingan.
Chief Medical Officer Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya, menegaskan bahwa kondisi kedua pemain terus dipantau oleh tim medis klub.
"Untuk Koko, pada pertandingan kemarin dia mengalami kram. Namun dari komunikasi terakhir, kondisinya sudah membaik dan pulih," ujar dr. Tommy.
"Meski begitu, kami masih terus melakukan observasi, terutama terkait kondisi fisiknya setelah pertandingan kemarin," lanjutnya.
dr. Tommy menilai bahwa kondisi skuad Persebaya masih cukup baik setelah laga di Solo. Tim medis klub segera memberikan penanganan kepada pemain yang mengalami keluhan setelah pertandingan.
Secara keseluruhan, kondisi pemain Persebaya cukup baik. Beberapa pemain yang sempat mengalami keluhan sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, baik dokter maupun fisioterapis.
Pelatih Bernardo Tavares menambahkan bahwa ia memberikan tambahan waktu istirahat kepada para pemain agar proses pemulihan berjalan maksimal sebelum pertandingan berikutnya.
Selain Koko Ari dan Malik Risaldi, tim medis Persebaya juga memantau beberapa pemain yang sedang menjalani pemulihan cedera, seperti Rachmat Irianto, Alfan Suaib, dan Sadida Nugraha.
Persebaya menanggapi cedera dan keluhan fisik dengan cepat, memastikan pemain mendapatkan perawatan yang tepat. Pendekatan medis yang sistematis membantu menjaga kondisi skuad tetap stabil meski setelah laga yang menuntut fisik tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
