Persebaya Rayakan Ulang Tahun ke-99 dengan Konvoi Bonek
Gambar atau konten salah?
Persebaya merayakan ulang tahun ke-99 dengan gelombang massa Bonek yang terus berdatangan di Surabaya. Pada 17 Juni 2026 malam, ribuan suporter berkumpul di sepanjang Jalan Gubernur Suryo menunggu konvoi Bonek menuju Stadion Gelora 10 November di Tambaksari.
Perayaan ini dimulai sebelum HUT ke-99 klub, yang jatuh pada 18 Juni 2026. Puncak keramaian diprediksi berlangsung pada pukul 00.00 WIB. Suporter terbagi di beberapa titik jalan, menunggu konvoi yang melintas dengan sepeda motor. Mereka berdiri di sisi kanan dan kiri jalan, mengibarkan bendera Persebaya berukuran besar, sambil menunggu rombongan konvoi Bonek lain yang melintas.
Suasana malam penuh riuh: yel-yel bersahutan, jabat tangan antar-suporter, dan aksi bernyanyi bersama di jalanan. Konvoi Bonek menampilkan semangat yang tinggi, menambah kebersamaan di antara para penggemar.
Arus lalu lintas paling padat terpantau di depan Taman Apsari atau di seberang Gedung Negara Grahadi. Banyak kendaraan masyarakat diparkir di bahu jalan, menambah kepadatan. Warga dan pengguna jalan sengaja menepikan kendaraan mereka untuk menyaksikan konvoi besar-besaran ini.
Untuk mengantisipasi kemacetan total dan menjaga kondusivitas, puluhan aparat kepolisian berseragam lengkap disiagakan di lokasi. Petugas dengan kendaraan roda dua bergerak dinamis menyisir jalan, mengatur arus lalu lintas, dan mengarahkan rombongan konvoi agar tetap tertib serta tidak menutup akses jalan utama kota.
Di titik lain, Bonek juga memadati Alun Alun Surabaya. Masyarakat duduk bersantai, menonton arak-arakan dan konvoi Bonek yang menuju Stadion Gelora 10 November di Tambaksari. Cuaca cerah menambah kehangatan suasana.
Di tengah malam, kembang api dan flare menyala terang, menjadi pemandangan menghibur bagi warga. Sejauh ini, konvoi terpantau berlangsung tertib dan aman, tanpa insiden yang dilaporkan.
Acara ini menegaskan semangat komunitas suporter Persebaya yang tetap solid dalam merayakan sejarah klub. Momen tersebut menjadi contoh bagaimana dukungan fanatik dapat disatukan dalam keramaian yang teratur dan aman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
