Persela Lamongan diancam Kurang Poin karena Lisensi PSSI
Gambar atau konten salah?
Persela Lamongan terancam memulai kompetisi Liga 2 2026/2027 dengan pengurangan poin setelah dinyatakan belum memenuhi standar Club Licensing PSSI. Laskar Joko Tingkir menjadi satu dari sembilan klub yang belum lolos lisensi untuk musim depan.
Menanggapi hal itu, manajemen Persela Lamongan memastikan masih berupaya melengkapi dokumen dalam masa sanggah atau banding yang dibuka hingga 22 Mei 2026.
Direktur Bisnis Persela Lamongan, Pradita Aditya, mengatakan sebagian besar aspek penilaian sebenarnya sudah terpenuhi. "Dari lima kriteria Club Licensing, poin satu sampai empat sebenarnya sudah clear. Memang ada beberapa catatan kecil, tapi statusnya masih aman," kata Aditya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan kendala utama Persela Lamongan berada pada aspek finansial atau finance. Menurutnya, laporan keuangan klub belum sepenuhnya rampung karena adanya masa transisi manajemen. "Poin lima, kita belum bisa menyuguhkan report finance. Karena saya baru masuk pertengahan Desember 2025. Jadi hasil Club Licensing yang keluar tahun ini sebenarnya proses dari 2025," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Adit itu menyebut manajemen kini membentuk tim khusus untuk mengejar kelengkapan dokumen lisensi klub. Upaya percepatan tersebut disebut sudah berjalan selama dua bulan terakhir. "Dua bulan ini sudah digas sama tim. Kriteria satu sampai empat sudah beres. Manajemen juga sudah ada timsus yang fokus untuk Club Licensing ini," tambahnya.
PSSI dan I League masih memberikan kesempatan bagi klub untuk melengkapi persyaratan hingga batas akhir masa banding. Persela Lamongan optimistis sanksi pengurangan poin bisa dihindari apabila laporan keuangan dapat diselesaikan tepat waktu.
Sebelumnya, Direktur I League, Asep Saputra, menegaskan klub yang gagal memenuhi persyaratan lisensi akan mendapat konsekuensi sesuai regulasi, termasuk potensi sanksi pengurangan poin di awal kompetisi.
Selain Persela Lamongan, sejumlah klub Liga 2 lain yang juga belum lolos lisensi di antaranya Persiraja Banda Aceh, PSBS Biak, dan Persiba Balikpapan. Sementara klub yang telah dinyatakan lolos lisensi antara lain Semen Padang FC, PSMS Medan, dan FC Bekasi City.
Persela Lamongan masih berjuang untuk memenuhi standar Club Licensing PSSI agar tidak terkena sanksi pengurangan poin di awal Liga 2 2026/2027. Upaya melengkapi dokumen, terutama laporan keuangan, menjadi fokus utama. Jika berhasil, klub dapat memulai musim tanpa penalti.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
