Persib Dapat Rp2,9 Miliar dari FIFA Kompensasi Pemain
Gambar atau konten salah?
Persib Bandung berpotensi menerima pendapatan miliaran rupiah dari FIFA setelah Frans Putros bergabung dengan skuad Timnas Irak untuk Piala Dunia 2026. Dana tersebut berasal dari program kompensasi FIFA yang ditujukan bagi klub yang menyerahkan pemainnya ke turnamen final.
Program ini dikenal sebagai FIFA Club Benefits Programme. Setiap klub yang menyalurkan pemain ke Piala Dunia berhak mendapatkan kompensasi yang dihitung berdasarkan berapa lama pemain tersebut terlibat bersama tim nasional selama turnamen.
“FIFA Club Benefit Programme memberikan kompensasi kepada klub mana pun yang melepas pemain yang terpilih untuk mewakili negaranya di Piala Dunia,” tulis FIFA dalam penjelasannya mengenai program tersebut.
Perhitungan kompensasi dimulai sejak pemain dilepas untuk mengikuti pemusatan latihan hingga tim nasionalnya menyelesaikan semua pertandingan di Piala Dunia. Dengan kata lain, Persib sudah masuk perhitungan sejak Putros bergabung dengan pemusatan latihan Irak.
Putros, yang berusia 32 tahun, memulai perjalanan di Spanyol pada 23 Mei 2026. Ia datang setelah menamatkan musim bersama Persib di Super League 2025/2026. Ia bahkan sudah tampil membela Irak dalam laga uji coba melawan Andorra pada 29 Mei 2026.
Timnas Irak dijadwalkan memulai Piala Dunia dengan menghadapi Norwegia pada 16 Juni 2026. Laga terakhir fase grup akan dimainkan melawan Senegal pada 26 Juni 2026.
Dengan asumsi Irak hanya bermain sampai fase grup, Putros diperkirakan akan berada bersama tim nasional selama sekitar 30 hari. Berdasarkan skema kompensasi FIFA yang mencapai 10.950 dolar AS per hari, total nilai kompensasi yang dihasilkan Putros bisa mencapai sekitar 328.500 dolar AS atau setara Rp 5,8 miliar.
Namun, seluruh dana tersebut tidak menjadi milik Persib sepenuhnya. FIFA juga memperhitungkan klub-klub yang pernah dibela pemain dalam periode dua tahun sebelum turnamen berlangsung. Sebelum bergabung dengan Persib, Putros pernah bermain di Thailand, Port FC. Karena itu, Port FC juga berhak memperoleh bagian dari dana kompensasi tersebut.
“Program ini tidak hanya memberikan kompensasi kepada klub tempat pemain terdaftar yang berpartisipasi pada saat Piala Dunia, tetapi juga kepada klub lain tempat pemain tersebut berkarir selama fase ‘kualifikasi’ dalam rentang dua tahun sebelum turnamen. Agar memenuhi syarat untuk program ini, klub harus mendaftar melalui platform digital resmi FIFA,” tulis FIFA.
Jika dibagi secara proporsional sesuai periode registrasi pemain dalam dua tahun terakhir, Persib dan Port FC berpotensi menerima dana sekitar Rp 2,9 miliar per klub. Nominal tersebut masih bisa bertambah apabila Irak mampu melaju lebih jauh dari fase grup Piala Dunia 2026.
Program ini menunjukkan bagaimana FIFA memberikan penghargaan kepada klub yang berkontribusi pada pengembangan pemain hingga level tim nasional. Dengan adanya mekanisme kompensasi ini, klub seperti Persib dan Port FC dapat memperoleh pendapatan tambahan yang signifikan, sekaligus mendorong investasi lebih lanjut dalam pengembangan bakat sepak bola di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
