Persija Main 10 Pemain, Masih Menang Terhadap Kartu Merah
Gambar atau konten salah?
Persija Jakarta sering kali harus bermain dengan 10 pemain karena kartu merah yang didapatkan pemainnya. Hal ini menjadi alasan utama klub yang dikenal dengan julukan Macan Kemayoran sulit meraih kemenangan.
Pada laga melawan Bhayangkara Presisi, Persija harus mulai pertandingan dengan 10 pemain. Pertandingan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda di Bandar Lampung pada 5 April 2026. Jordi Amat menerima kartu kuning kedua di awal babak kedua dan diusir, sehingga Persija kehilangan satu pemain.
“Jadi kami sudah beberapa pertandingan tanpa satu pemain, pasti tidak dapat keuntungan dalam laga. Jadi kami mau masuk dengan 11, selesai laga dengan 11 pemain,” kata pelatih Persija, Mauricio Souza, setelah pertandingan. Ia menambahkan, “Jadi saya tidak ragu, kalau punya 11 pemain hasil bisa berbeda. Kami punya strategi untuk masuk ruang kosong. Tapi kami bisa main dengan 10 pemain dalam 10 menit awal (babak kedua).”
Berikut daftar laga di mana pemain Persija menerima kartu merah selama musim ini:
- 10 Agustus 2025 – vs Persis Solo: Allano Lima (2 kartu kuning). Hasil: Persis 0-3 Persija
- 23 Agustus 2025 – vs Malut United: Rio Fahmi (2 kartu kuning). Hasil: Persija 1-1 Malut
- 8 November 2025 – vs Arema FC: Jordi Amat (2 kartu kuning). Hasil: Arema 1-2 Persija
- 22 Desember 2025 – vs Semen Padang: Figo Dennis (2 kartu kuning) & Fabio Calonego (kartu merah langsung). Hasil: Semen Padang 1-0 Persija
- 11 Januari 2026 – vs Persib Bandung: Bruno Tubarao (2 kartu kuning). Hasil: Persib 1-0 Persija
- 24 Februari 2026 – vs Malut United: Aditya Warman (2 kartu kuning). Hasil: Malut 2-3 Persija
- 5 April 2026 – vs Bhayangkara Presisi: Jordi Amat (2 kartu kuning). Hasil: Bhayangkara 3-2 Persija
Persija telah bermain dengan 10 pemain dalam tujuh laga. Dari ketujuh pertandingan tersebut, klub berhasil meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Keberhasilan di pertandingan melawan Persis, Arema, dan Malut United menunjukkan bahwa Persija masih bisa menyesuaikan strategi meski kekurangan satu pemain.
“Kami punya strategi bagus, tapi secara teknis tidak bagus (akibat kekurangan pemain). Kami harus lebih baik secara individu. Jadi kalau main kurang pemain sampai akhir pertandingan itu sulit,” ujar Mauricio Souza lagi.
Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya disiplin di lapangan. Kartu merah yang sering terjadi tidak hanya mempengaruhi taktik, tetapi juga memaksa pelatih untuk menyesuaikan formasi dan menambah tekanan pada pemain yang masih berada di lapangan. Persija Jakarta masih harus mencari cara agar dapat bermain dengan penuh keempat pemain, agar performa di musim ini dapat lebih konsisten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
