Persik Kediri U-16 Juara EPA 2026, Kalahkan Persis Solo
Gambar atau konten salah?
Persik Kediri U-16 meraih gelar juara EPA U-16 setelah menampilkan performa gemilang di seluruh turnamen. Pencapaian ini menandai langkah penting bagi klub dalam menyiapkan pemain muda untuk masa depan.
Final berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy pada 16 Mei 2026. Pertandingan menegangkan berakhir 1-1 pada waktu normal, lalu berlanjut ke adu penalti. Persik Kediri berhasil mengalahkan Persis Solo dengan skor 5-3, memenangi turnamen.
Arthur Irawan, COO klub, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penggawa dan staf pelatih. Ia menyoroti kerja keras tim dalam menuntaskan turnamen sebagai juara.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan membela lambang di dada. Sekarang ada kesempatan untuk juara EPA Super League U-16. Ini pencapaian luar biasa. Terima kasih kepada pemain, Coach Tino, tim pelatih, maupun staf untuk musim ini,”
Arthur memiliki visi untuk mempromosikan pemain potensial U-16 ke tim senior. Ia percaya bahwa talenta yang menonjol layak diberi kesempatan merasakan kompetisi di level lebih tinggi, sejalan dengan misi klub dalam pembinaan pemain muda.
“Kenapa tidak kalau ada beberapa pemain di sini yang ke depannya bisa main di tim utama? Kesempatan itu ada di Persik. Fokus kita ke depan memang pada pembinaan. Saya yakin suatu hari kalian bisa main di Super League maupun tim nasional,”
Selain itu, Arthur menilai bahwa gaya bermain kaki ke kaki yang diusung oleh U-16 sesuai dengan pakem pelatih kepala, Marcos Reina. Ia menegaskan identitas klub sebagai klub kekeluargaan yang menekankan permainan kolektif.
“Di Kediri, kita klub kekeluargaan. Cara kalian bermain sudah sesuai dengan apa yang dimainkan pelatih utama, Marcos Reina. Identitas Persik adalah permainan kaki ke kaki,”
Keberhasilan turnamen ini menegaskan komitmen Persik Kediri dalam mengembangkan pemain muda. Dengan rencana promosi dan penekanan pada identitas bermain, klub menyiapkan generasi baru yang siap bersaing di Super League dan di kancah internasional. Keberhasilan ini menjadi contoh sederhana bagaimana klub dapat memanfaatkan turnamen junior untuk menumbuhkan bakat dan mempersiapkan masa depan tim senior.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
