PHE OSES Mulai Injeksi Polimer di Lapangan Lepas Pantai Rama

Putri N. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
PHE OSES Mulai Injeksi Polimer di Lapangan Lepas Pantai Rama

Gambar atau konten salah?

Jakarta — PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) telah memulai penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, yang berada di Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Peresmian langkah ini ditandai dengan seremoni injeksi pertama polimer yang digelar di Ruang Serbaguna RDTX Square, Jakarta, pada Rabu, 08 Juli 2026.

Sebelum sampai pada tahap implementasi, proyek ini melewati serangkaian kajian dan evaluasi yang menyeluruh. Proses tersebut mencakup studi bawah permukaan, analisis di laboratorium, desain teknik dan operasional lepas pantai, serta kajian ekonomi dan manajemen risiko. Teknologi CEOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses penilaian dan tinjauan yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina. Tujuannya untuk memastikan kesiapan dari sisi teknis, operasional, dan keselamatan.

Penerapan CEOR di Lapangan Rama bukan sekadar inovasi untuk meningkatkan produksi. Langkah ini juga menjadi sarana untuk mengumpulkan data operasional, pembelajaran teknis, dan validasi kinerja teknologi. Semua itu akan menjadi dasar untuk pengembangan implementasi CEOR secara penuh di seluruh lapangan pada masa mendatang.

Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding bekerja dengan cara menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi penyapuan, sehingga minyak yang sebelumnya sulit diproduksi bisa terdorong menuju sumur produksi dengan lebih optimal. Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan faktor perolehan tahap lanjut pada lapangan minyak yang sudah memasuki fase matang atau mature.

Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), mengatakan bahwa lapangan mature bukanlah aset yang sudah selesai. Menurutnya, aset tersebut justru membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. "Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), kita sedang memberikan 'terapi' baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional," ujar Simon dalam keterangannya pada Kamis, 09 Juli 2026.

Ia menambahkan, injeksi polimer di Lapangan Rama merupakan simbol transformasi cara berpikir. Ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, tetapi juga dengan memaksimalkan setiap aset melalui penerapan inovasi dan teknologi. "Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia. Amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Amanah untuk memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia," lanjut Simon.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES di Lapangan Rama sebagai penerapan CEOR lepas pantai pertama di Indonesia. Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak penting untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas lepas pantai yang sudah memasuki fase mature. Ia berharap langkah ini bisa meningkatkan faktor perolehan dan lifting minyak nasional. "Injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES di Lapangan Rama ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas lepas pantai yang telah memasuki fase mature. Kami berharap CEOR mampu memberikan hasil recovery factor yang baik, dan berdampak pada meningkatnya lifting minyak nasional," kata Djoko.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini bisa direalisasikan hingga tahun 2030. Keberhasilan implementasi CEOR ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pengembangan teknologi EOR. Selain itu, langkah ini juga membuka peluang penerapan teknologi chemical EOR di lapangan-lapangan lepas pantai lainnya di Indonesia, sehingga mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Bagi Pertamina Group, implementasi CEOR ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang andal, selamat, dan berkelanjutan. Langkah ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.

Acara seremoni tersebut turut dihadiri oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Komisaris PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Komisaris Pertamina Hulu Energi Nanang Untung dan Nepos MT Pakpahan, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sunaryanto, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Rachmat Hidajat, General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto, serta Direktur Utama PT Elnusa Litta Indriya Ariesca.

Proyek ini menjadi langkah awal yang penting bagi industri migas Indonesia. Dengan lapangan-lapangan minyak yang semakin tua, teknologi seperti CEOR menjadi salah satu cara untuk tetap mempertahankan produksi. Keberhasilan di Lapangan Rama bisa menjadi model bagi lapangan lepas pantai lainnya yang menghadapi tantangan serupa.

PHE OSESCEORinjeksi polimerLapangan Ramalapangan matureketahanan energiteknologi EOR

Komentar

Memuat komentar...